Gelombang Tinggi Capai 8 Meter, Terbesar dalam 2 Dekade

user
agus 26 Juli 2018, 10:10 WIB
untitled

YOGYA, KRjogja.com - Gelombang tinggi terus menghantam wilayah pesisir di sepanjang Pantai Selatan Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) dan Jawa Tengah, Rabu (25/7). Akibatnya, kerusakan bangunan, kapal nelayan, perlengkapan nelayan, tambak, fasilitas wisata dan lainnya tak terhindarkan lagi. Terjangan ombak besar juga sampai menjangkau wilayah yang cukup jauh dari bibir pantai.

Kawasan wisata Pantai Selatan Bantul juga porak-poranda dihajar gelombang tinggi. Seperti terpantau di Pantai Pandansimo, Pandansimo Baru, Kuwaru, Goa Cemara, Patehan hingga Samas. Selain merusak kawasan wisata, air laut juga masuk ke Sungai Opak dan Winongo kemudian menggenangi lahan pertanian di Tirtohargo Kretek dan Srigading Sanden yang ditanami bawang merah, melon, jagung dan lainnya.

Di Pantai Pandansimo belasan rumah rusak dan roboh, sehingga penghuninya kabur meninggalkan lokasi. Seorang warga Ny Paini (45) tertimpa dinding yang roboh mengakibatkan patah tulang kaki kanan dan dilarikan ke Puskesmas Srandakan. Tanggul tambak udang juga jebol. Di Pantai Pandansimo Baru, Kuwaru dan Goa Cemara belasan warung makan rusak, Pos Tim SAR Darurat roboh.

Gelombang Tinggi di Sadeng, 1 Kapal Hancur

Ketinggian Gelombang Laut Selatan Capai 7 Meter

Menurut Koordinator Pos Tim Sar Satlinmas DIY Samas-Pandansimo Krismanto, gelombang laut pasang terjadi Selasa (24/7) malam pukul 19.30, disusul Rabu (25/7) pagi pukul 04.00 dan pukul 07.30.

Gelombang setinggi 7 meter juga mengakibatkan sejumlah rumah makan di Pantai Depok Parangtritis kemasukan material pasir. Di Parangtritis, terjangan gelombang merobohkan pos pantau. Koordinator SAR Bantul Ali Sutanta Jaka Saputra mengatakan, gelombang kali ini jauh lebih tinggi dibanding sebelumnya. "Setelah Subuh gelombang sangat tinggi sampai airnya mendekati perkampungan warga," katanya.

Berbagai fasilitas umum, tempat usaha/warung dan rumah tinggal warga di Pantai Selatan Kulonprogo rusak diterjang gelombang besar. Tidak ada korban dalam peristiwa tersebut, namun kerugian diperkirakan mencapai Rp 5 miliar.

Gelombang tinggi datang silih berganti dan pada Rabu pagi lebih besar dibandingkan kejadian pekan lalu. Ketinggian mencapai sekitar 8 meter. Hempasan gelombang di bibir pantai masuk ke daratan hingga sejauh 200 meter.

(Tim KR)

Kredit

Bagikan