Air Laut Meluap, Bawang Merah Pesisir Selatan Terancam Gagal Panen

user
ivan 25 Juli 2018, 19:36 WIB
untitled

BANTUL, KRJOGJA.com - Kecemasan tiba-tiba menghinggapi sejumlah petani di Kecamatan Kretek Bantul. Lahan bawang merah yang baru berumur antara 20 hari hingga satu bulan di Tirtohargo terancam gagal panen setelah ditenggelamkan air laut.  Meski debit air terus naik, warga belum menyerah dan terus memompa genangan untuk dibuang ke saluran irigasi.

“Muara Sungai Opak tidak tersumbat, tetapi gelombang laut  sangat tinggi sehingga langsung menerobos  lewat muara dan masuk lahan pertanian,” ujar Iwan yang ditemui di lahan pertanian Baros Tirtohargo Kretek Bantul,  Rabu (25/07/2018).

Baca juga :

Ketinggian Gelombang Laut Selatan Capai 7 Meter

Gelombang Setinggi 4 Meter Paksa Nelayan Gunungkidul Libur Melaut

Iwan mengatakan sekarang ini petani dalam kondisi panik jika air tidak segera surut. Ketika air  sungai  tanpa kandungan garam petani masih bisa berharap, tetapi ketika lahan bawang merah sudah terendam air laut kemungkinan hidup lagi sangat kecil.

Oleh karena itu dengan modal pompa, air terus disedot dibuang ke jaringan irigasi.  Menyedot air dengan pompa menurut Iwan langkah paling masuk akan ditempuh.

Senada disampaikan oleh Yudi warga Soge  Sanden. Dikatakannya air mulai naik ke lahan pertanian sekitar pukul 07.30 WIB. Setelah itu debit air laut makin tinggi mengenangi lahan pertanian warga.

Menurut Yudi  derasnya air laut menerobos lahan pertanian, karena di areh persawahan itu terdapat  sungai yang langsung terhubung dengan laguna di kawasan itu. Modal petani melakukan budidaya bawang merah tidak sedikit. “Modal petani disini tidak sedikit, sehingga kami sangat khawatir ketika air ini tidak segera surut,” jelasnya. (Roy)

Kredit

Bagikan