Nelayan Diminta Waspadai Gelombang Tinggi Pantai Selatan

user
ivan 24 Juli 2018, 09:34 WIB
untitled

GUNUNGKIDUL, KRJOGJA.com - Wakil Bupati Gunungkidul Immawan Wahyudi meminta nelayan dan seluruh warga yang beraktivitas di laut, juga wisatawan, meningkatkan kewaspadaan adanya gelombang laut pasang mencapai 6 meter yang diprediksi akan terjadi mulai Selasa (24/07/2018) hari ini hingga beberapa hari ke depan. Kewaspadaan penting dilakukan terkait dengan prediksi Badan Meteorologi Klimatologi Dan Geofisika (BMKG) gelombang tinggi akan kembali terjadi di seluruh Samudra Hindia atau selatan Jawa yang berpotensi menimbulkan kerusakan.

“Selain antisipasi kewaspadaan program revitalisasi agar disiapkan untuk mengantisipasi terjadinya kerusakan akibat gelombang tinggi,” kata Wabup Gunungkidul Immawan Wahyudi.

Baca juga :

Nelayan Pesisir Selatan Gunungkidul Belum Berani Melaut

Gelombang Setinggi 4 Meter Paksa Nelayan Gunungkidul Libur Melaut

Hasil inventarisasi kerusakan akibat gelombang tinggi 8 meter pada Kamis (19/07/2018) dini hari menyebabkan 5 warung hancur, 20 gazebo rusak, 5 kapal nelayan hancur dan 20 set jaring di Pantai Gunungkidul hilang . Jika dikalkulasi jumlah kerugian mencapai ratusan juta, selain kapal, kawasan permukiman di area pedagang kawasan wisata.

Untuk mengetahui jumlah kerugian pasti pemerintah kabupaten masih lakukan pendataan. Tidak ada korban dalam kejadian ini karena dua hari setelah BMKG mengeluarkan peringatan dini bagi wisatawan, nelayan dan masyarakat yang melakukan aktivitas di laut sudah dalam keadaan siaga. Selain itu kejadiannya berlangsung pada dini hari saat warga sekitar pantai tidak sedang melakukan aktivitas.

“Tim revitalisasi telah terbentuk sejak 2017 silam ketika gelombang pasang untuk pertama kalinya memporak-porandakan kawasan pantai selatan, karena itu harus cepat bekerja agar kondisi kawasan pantai terdampak gelombang tinggi bisa dipulihkan,” imbuhnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Pariwisata (Dinpar) DIY Aris Riyanta ketika melakukan kunjungan di Pantai Drini Tanjungsari mengatakan, penataan pantai selatan memang mutlak harus dilakukan. Adanya beberapa bangunan yang berada di area publik harus tetap ada. Karena masyarakat memang memiliki hak untuk menikmati keindahan alam tanpa terhalang bangunan. Dalam hal ini Pemkab Gunungkidul semestinya bisa mengendalikan tata ruang.

Saat ini memang perlu ada peraturan daerah (Perda) mengenai tata ruang wilayah mengenai sempadan pantai. Sehingga jika masyarakat membangun bangunan di daerah pantai dapat lebih aman. “Selain mengganggu pandangan bangunan yang berdekatan dengan pantai juga berisiko jika ada gelombang tinggi,” ucapnya.

Terpisah, Koordinator SAR Linmas Wilayah II Marjono mengatakan peningkatan gelombang laut di sejumlah pantai di Kecamatan Tepus dan Tanjungsari sudah kembali terlihat, tetapi belum berdampak pada daratan. Mengantisipasi gelombang tinggi susulan nelayan kembali mengevakuasi kapal untuk menjauhi pantai agar jika terjadi gelombang tinggi tidak berdampak terhadap kerusakan. Selain kapal warga juga sudah mengamankan lapak pedagang juga gazebo yang berpotensi terdampak gelombang tinggi. (Bmp)

Kredit

Bagikan