Manfaatnya Besar Sekali, Untuk Bangun Jiwa dan Raga

user
danar 11 Juli 2018, 04:10 WIB
untitled

MAGELANG, KRJOGJA.com - Sebuah desa di kawasan kaki Gunung Sumbing Magelang, tepatnya di wilayah Desa Gandusari Kecamatan Bandongan Kabupaten Magelang, memperoleh kehormatan menjadi lokasi pelaksanaan TMMD Reguler ke-102 Tahun 2018. TMMD ini dibuka Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo dalam suatu upacara di lapangan depan Kantor Kecamatan Bandongan Magelang, Selasa (10/7/2018).

Tidak hanya Gubernur Jateng yang hadir, tetapi juga Kepala Staf Kodam IV/Diponegoro Brigjen TNI Bakti Agus Fadjari SIP MSi, Komandan Korem 072/Pamungkas Brigjen TNI Muhammad Zamroni, Bupati Magelang Zaenal Arifin SIP, kepala Kejaksaan Negeri Kabupaten Magelang Eko Hening Wardono SH MH maupun lainnya.

Gubernur Jateng maupun lainnya juga meninjau beberapa stand yang memamerkan beberapa produk UMKM dari beberapa daerah di Kabupaten Magelang. Di lapangan Bandongan, Gubernur Jateng maupun lainnya juga melakukan penanaman pohon. Sebelumnya di lapangan Bandongan juga dilakukan penyerahan beberapa bantuan secara simbolis kepada beberapa pihak.

Gubernur Jateng dan rombongan juga menuju ke lokasi kegiatan TMMD, untuk sampai ke lokasi TMMD dalam rangka meninjau beberapa kegiatan yang dilaksanakan, Gubernur Jateng maupun lainnya diboncengkan naik sepeda motor yang biasa dipakai Babinsa dari lapangan Bandongan. Demikian juga kembalinya menuju Kantor Kecamatan Bandongan. Bahkan Bupati Magelang berboncengan dengan Kajari Kabupaten Magelang dengan naik sepeda motor jenis trail. Ini diantaranya karena jalan yang harus dilalui cukup menantang, dan bila naik kendaraan mobil tidak dapat untuk memutar balik.

Komandan Kodim 0705/Magelang Letkol Arm Kukuh Dwi Antono SIP diantaranya mengatakan kegiatan TMMD Reguler ke-102 tahun 2018 yang berlangsung hingga 8 Agustus 2018 mendatang ini ada beberapa sasaran kegiatannya. Untuk kegiatan fisik, diantaranya rabat beton sepanjang 1.300 meter, talud senderan 25 meter, drainase 25 meter, jambanisasi 16 buah dan rehab RLTH 4 rumah.

Untuk kegiatan non fisik diantaranya penyuluhan bela negara, penyuluhan disiplin dan tertib hukum, penyuluhan kamtibmas, penyuluhan wawan kebangsaan, penyuluhan teknologi tepat guna, peyuluhan kesehatan lingkungan, penyuluhan gotong royong, penyuluhan KDRT, pembinaan UMKM, pelayanan puskesmas keliling, bazar murah, pengobatan masal, olahraga bersama, penyuluhan PLN dan gelar kesenian daerah.

Program jambanisasi menjadi salah satu program yang memperoleh perhatian Gubernur Jateng, bahkan dalam program ini Gubernur Jateng menambah 10 jambanisasi sehingga seluruhnya menjadi 26 jambanisasi. Dengan semakin banyak jambanisasi Gubernur Jateng berharap agar semua nantinya tidak membuang air besar sembarangan, jangan membuang sampah sembarangan. "Kita akan memasuki musim kemarau, mari kita satukan tekad, kita dorong dan kita bantu agar semuanya tadi bisa kita antisipasi kemungkinan terjadinya kekurangan air," kata Gubernur Jateng.

Dari BPBD, lanjut Gubernur Jateng juga sudah melakukan rapat koordinasinya. "Saya yakin nanti akan banyak yang akan membantu, dan mudah-mudahan kita siaga selalu melayani masyarakat," tambah Gubernur Jateng.

Kepada wartawan, Gubernur Jateng juga mengatakan sebenarnya TMMD ini bagian dari pekerjaan kongkrit yang dapat dikontribusikan oleh TNI, bantuan Polri, Pemda yang bersinergi membangun desa. Karena itu dalam sasaran kegiatan fisik diantaranya memperbaiki jalan, kualitas kesehatan jambanisasi maupun lainnya. Manfaat dari TMMD ini juga sangat besar, dan diharapkan dapat membangun jiwa dan raga.(Tha)

Kredit

Bagikan