Sultan Dorong Program Pemberdayaan Masyarakat

user
tomi 28 Juni 2018, 20:23 WIB
untitled


WONOSARI, KRJOGJA.com - Gubernur DIY Sri Sultan HX mengungkapkan, wilayah kabupaten Gunungkidul kini semakin tumbuh dan berkembang. Termasuk pelaksanaan reboisasi yang makin baik.

Penanganan kemiskinan harus dikoordinasikan dengan lebih baik, mulai dari kabupaten, DIY hingga pusat. Seluruh sektor baik dinas maupun badan harus berkoordinasi untuk mendorong penanganan kemiskinan.

"Pemberdayaan masyarakat merupakan strategi utama. Bahkan kini sedang dilaksanakan pilot project pemberdayaan masyarakat desa dikecamatan-kecamatan,” kata Gubernur DIY Sri Sultan HB X di acara Syawalan di Bangsal Sewakapraja, Wonosari, Kamis (28/06/2018). Kegiatan dihadiri Wakil Gubernur Sri Praduka PA X, GKR Hemas, Bupati Gunungkidul Hj Badingah SSos, Wabup Dr H Immawan Wahyudi MH, Forkopimda dan undangan.

BACA JUGA : 

Atasi Kemacetan, Sultan Persilahkan Bangun Tol di Atas Ringroad

4000 Warga 'Sowan' Sultan di Kepatihan

Desa, lanjutnya harus menjadi tumpuan pemberdayaan. Baik melalui APBD kabupaten, propinsi maupun dana keistimewaan. Sehingga perlu sinkronisasi ketiga sumber dana tersebut untuk ke depan pada pemberdayaan masyarakat.  "Gunungkidul sudah memiliki Dinas Kebudayaan, karena itu perlu mendesain danais hingga sampai dusun. Tidak perlu menunggu, terlebih jika di desa potensi pariwisata perlu dikembangkan," imbuhnya.

Sultan juga menekankan kepada pemkab Gunungkidul akan mendorong tumbuhnya pariwisata. Terlebih jika ada desa yang memiliki potensi pariwisata, perlu diberikan ruang tumbuh dan memiliki investasi. Akan lebih baik ketika potensi wisata tumbuh, jangan terburu-buru dikenakan pajak atau retribusi. (Ded)

Kredit

Bagikan