KTNA Bantul Tolak Impor Beras

user
tomi 24 Januari 2018, 01:11 WIB
untitled


BANTUL, KRJOGJA.com - Melejitnya harga beras sekarang ini mestinya tidak dijadikan alasan untuk mengimpor beras. Harga beras sekarang ini dinilai wajar dan akan segera normal jika sejumlah daerah masuk  panen raya.  Pada saat harga jual gabah  naik  mestinya jadi  momentum pemerintah memberikan kesempatan petani memperbaiki  kesejahteraan.

“Petani itu sangat berat dan berisiko,  ketika harga anjlok apakah reaksinya seperti ketika beras naik. Menurut saya belum saatnya impor beras, biarkan petani  menikmati harga  jual beras tinggi,” ujar Ketua Kontak Tani dan Nelayan Andalan (KTNA)  Kabupaten Bantul, Suroto di Sanden, Selasa (23/01/2017).

Dijelaskan, untuk sekarang ini petani  memang sangat diuntungkan dengan harga jual sekarang ini. Dalam kondisi harga sedang  menguntungkan petani, sementara pemerintah memutuskan impor beras.  Dengan Kebijakan impor itu sebenarnya yang mau diuntungkan pemerintah  siapa.

Menurutnya kondisi keterbatasan gabah  sekarang ini karena belum semua daerah masuk panen. Ketika wilayah DIY dan Jawa Tengah sudah masuk panen tentu harga beras akan kembali normal. “Jangan impor dahulu, ditahan dulu supaya  petani  juga bisa meraup untung,” ujarnya.

Suroto mengatakan, jerih payah petani  mengolah lahan untuk budidaya padi itu sangat berat dengan berbagai risiko.  Ancaman tersebut mulai dari banjir, cuaca ekstrem hingga serangan hama. Belum lagi ketika  hasil panen tidak sesuai target sementara harga jual anjlok. Dalam kondisi itu  beban yang mesti dipikul petani tidak ringan. (Roy)

Kredit

Bagikan