Langgar Etika, Kelompok Seni Bakal 'Dibekukan'

user
tomi 18 Januari 2018, 05:05 WIB
untitled

SLEMAN, KRJOGJA.com - Kelompok  seni pertunjukan di Kabupaten harus memperhatikan pada etika kesopanan dan kesantunan dalam setiap penampilannya.  Pemkab Sleman melalui Dinas Kebudayaan akan memberikan sanksi tegas kepada kelompok seni yang melanggar kesopanan dan kesusilaan saat melakukan pementasan.

"Jika melanggar akan diberikan peringatan sebagai bentuk pembinaan, akan tetapi apabila masih tetap dilakukan maka akan dicoret dari daftar dan akan dibebukan Nomor Induk Kebudayaan (NIK)-nya," tegas Kepala Dinas Kebudayaan Kabupaten Sleman HY Aji Wulantara, SH, M.Hum didampingi oleh Kepala Bidang Dokumentasi, Sarana dan Sarana Kebudayaan Wasita, SS, M.AP.

Menurut Aji langkah tegas akan dilakukan tanpa pandang bulu bagi pelanggar, karena pada hakekatnya kebudayaan termasuk didalamnya seni pertunjukan dimaksudkan untuk menjaga dan memajukan kebudayaan nasional yang adiluhung.

"Aspek hiburan dan totontan harus diimbangi dengan aspek tuntunan dan tatanan, yakni mengajarkan perilaku yang baik dan menjunjung tinggi etika dan estetika selama penampilannya," imbuh Aji.

Aji menambahkan imbauan ini terkait dengan pementasan salah satu kelompok jathilan di Kabupaten Sleman yang dipandang tidak etis akhir bulan Desember 2017. Bahkan, Dinas Kebudayaan sudah melayangkan teguran dan peringatan tertulis melalui Paguyuban Kesenian Jathilan Kabupaten Sleman (PKJS). Selain itu juga sudah menggundang ketua kelompok tersebut agar tidak mengulangi kejadian yang mencoreng citra seni pertunjukan di Kabupaten Sleman.

Karena itu Aji mengharapkan agar Paguyuban Kesenian Jathilan Kabupaten Sleman (PKJS) dapat melakukan pemantauan kepada semua kelompok yang berada di dalam naungannya. Terlebih lagi dengan adanya pengelompokan menjadi 3 (tiga) wilayah, yakni Sleman Barat, sleman Tengah dan Sleman Timur maka kinerja PKJS kedepan akan dapat lebih efektif dalam melakukan pengawasan dan pembinaan kelompok-kelompok jathilan di Kabupaten Sleman.

"Kejadian tersebut hendaknya menjadi pembelajaran bagi semua jenis seni pertunjukan yang ada di Kabupaten Sleman untuk senantiasa mengedepankan etika dan norma-norma kessantunan selama melakukan pementasan. Masyarakat luas diharapkan untuk turut serta dan berpartisipasi aktif dalam melakukan pengawasan terhadap seni-seni pertunjukan di Kabupaten Sleman." (*)

Kredit

Bagikan