Citilink Siap Terbang Perdana 6 Mei

user
tomi 29 April 2019, 17:42 WIB
untitled

KULONPROGO, KRJOGJA.com - PT Angkasa Pura (AP) I memastikan diundurnya pengoperasionalan perdana Yogyakarta International Airport/ Bandara Internasional Yogyakarta (YIA/BIY) bukan karena ketidaksiapan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) tersebut, melainkan lebih pada belum siapnya pihak maskapai maupun padatnya agenda Presiden RI Joko Widodo.

BACA JUGA :

Penyempitan Jalan Masuk YIA Berpotensi Kemacetan

47 Armada Angkutan Darat Disiapkan di YIA

"Dari pihak AP I sejak awal sudah menyampaikan, pengelola YIA sudah siap untuk dioperasionalkan minimum sejak Senin, 29 April 2019. Tapi dalam perkembangannya, ternyata dari maspakai belum siap demikian juga rencana Bapak Presiden RI, Ir Joko Widodo tidak jadi kunjungan kerja menyaksikan langsung operasional perdana YIA pada 29 April dan diundur sampai batas waktu yang tidak ditentukan. Peresmian akan dilakukan setelah pembangunan YIA rampung seratus persen pada November 2019," tegas Juru Bicara Proyek Pembangunan YIA sekaligus GM Bandara Internasional Adisucjipto Yogyakarta, Agus Pandu Purnama saat Konferensi Pers Kesiapan Operasional BIY di Lantai 2 Terminal YIA, Senin (29/4).

Kesiapan YIA untuk operasional minimum perdana ditandai dengan telah dilakukannya berbagai tahapan seperti sosialisasi dan simulasi menghadapi ancaman kejahatan yang mengganggu keamanan penerbangan dan keselamatan penumpang YIA bersama pihak terkait berupa Airport Emergency Cometee (AEC) dan Airport Security Cometee (ASC), penilaian potensi gangguan dan risiko atau Hazar Identification and Risk Assessment (HIRA).

Evaluasi hasil HIRA diikuti hampir semua operator penerbangan di Indonesia di seperti Garuda Indonesia, Sriwijaya Air, Lion Air, Nam Air, Batik Air, Air Asia dan Silk Air. Disimpulkan YIA sudah full progress untuk operasi perdana secara terbatas karena evaluasi HIRA seluruhnya sudah rampung.  

Bahkan dalam menyiapkan operasional minimum penerbangan internasional Customs Imigration and Quarantine (CIQ) juga sudah menyiapkan SDM berikut peralatannya.

"Selain itu YIA juga telah mengantongi Sertifikat Bandar Udara (SBU) dari Kementerian Perhubungan (Kemenhub) RI sehingga secara legal formal, YIA sudah siap didarati pesawat baik untuk penerbangan internasional maupun domestik," tegasnya.

Corporate Secretary PT AP I, Hendy Heryudhitiawan mengklaim, saat ini YIA sudah berstatus siap operasional sehingga setiap orang yang masuk Kompleks YIA terutama gedung terminal harus melalui serangkaian pemeriksaan dari pihak keamanan bandara. Termasuk melewati x-ray. "Karena sekarang YIA sudah siap operasional jadi tidak bisa lagi sembarangan masuk dan harus melalui tahapan pemeriksaan," tegasnya.


Vice President (VP) Network Management PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk Teten Wardaya menegaskan, dari enam kali pembukaan bandara baru, Citilink melakukan penerbangan perdana dua kali di Kertajati Jawa Barat dan Samarinda, rencananya ketiga di BIY pada 6 Mei 2019 mendatang.  "Citilink sudah berkoordinasi dengan PT AP I untuk melakukan penerbangan komersial perdana di YIA pada 6 Mei 2019," jelasnya.

Sebelumnya, kata Teten Citilink akan melakukan uji coba penerbangan dari Bandara Sukarna-Hatta ke YIA pada 2 Mei dengan menggunakan pesawat Airbus 320. "Kalau semuanya sudah selesai dan lancar. Setelah izin rute turun maka pada 6 Mei melakukan penerbangan pertama dan mensosialisasikan kepada konsumen penggunaka jasa pesawat. Kami pastikan penerbangan komersial pada 6 Mei dari Bandara Halim Perdana Kusuma ke YIA. Rencana terbang pada 11.30 WIB," ujar Teten menambahkan saat ini masih dalam proses pengurusan rute dan slot ke Kemhub melalui Direktorat Jenderal Udara.

Tentang volume penerbangan ke NYIA, Teten mengatakan, pihak PT Garuda Indonesia Group terdiri Garuda, Citilink, Nam Air dan Sriwijaya Air masih melakukan analisa peminat pasar. "Kami akan menentukan volume penerbangan setelah melihat minat konsumen pascapenerbangan perdana," ungkapnya.

Sedangkan Lion Group memastikan dalam waktu dekat belum akan melakukan penerbangan di YIA, lantaran masih mengurus izin rute dan slot ke Kemenhub. Manager Lion Air Group DIY dan Jawa Tengah Widi Wiyati menegas pihaknya sedang mengajukan permohonan penerbangan kepada pihak terkait agar rencana penerbangan di YIA berjalan lancar.

"Kami sudah mengajukan izin rute dan slot penerbangan ke AP I dan Kemenhub sekaligus mengurus izin rute dan slot ke daerah tujuan," tuturnya. (Rul)

Kredit

Bagikan