TPID DIY Waspadai Kenaikan Harga Telur

user
ivan 26 April 2019, 05:50 WIB
untitled

YOGYA, KRJOGJA.com - Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) DIY menilai, secara umum harga komoditas bahan pangan di DIY masih relatif terjangkau masyarakat jelang Ramadan dan lebaran tahun ini. TPID DIY tetap berpatokan pada roadmap pengendalian inflasi dengan strategi 4K yaitu keterjangkauan harga, ketersediaan pasokan, kelancaran distribusi dan komunikasi efektif.

Deputi Kepala Perwakilan Bank Indonesia (BI) DIY Sri Fitriani yang disapa Fifin mengatakan, dinas teknis terkait telah memastikan produksi komoditas bahan pangan di DIY dipastikan mencukupi kebutuhan lebaran. Selain melakukan pemantauan harga di beberapa pasar tradisional di DIY, pihaknya sekaligus memantau di tingkat distributor yang juga dipastikan cukup untuk memenuhi kebutuhan masyarakat.

"Jika ada komoditas bahan pangan yang kurang seperti bawang putih akan dilakukan upaya operasi pasar (OP) oleh Disperindag DIY berkoordinasi dengan Kementerian Perdagangan untuk ketercukupan pasokan," kata anggota TPID DIY.

Terkait dengan keterjangkauan harga, dari hasil pantauan memang terdapat beberapa bahan pangan yang mengalami kenaikan harga. Kenaikan tersebut rata-rata secara umum masih dalam koridor harga eceran tertinggi yang ditetapkan pemerintah.

"Kami juga melakukan komunikasi efektif bagian dari strategi TPID DIY untuk mengendalikan inflasi. Komunikasi ini berupa imbauan kepada masyarakat untuk berbelanja bijak dan hemat sesuai kebutuhan, sehingga tidak berbelanja secara berlebihan atau boros," tegasnya.

Sementara Kabiro Administrasi, Perekonomian dan Sumber Daya Alam (SDA) Setda DIY Ni Made Dwipanti Indrayanti menekankan kenaikan harga bahan pangan di DIY masih dialami bawang putih sehingga akan digelar OP di tiga pasar tradisional Kota Yogyakarta yang selama ini menjadi acuan monitoring perkembangan harga rata-rata bahan pangan di DIY yaitu Beringharjo, Kranggan dan Demangan.

"Meskipun kapasitas bawang putih yang digunakan untuk OP sebesar 8 ton tersebut belum ideal, setidaknya langkah tersebut bisa membantu mengerem kenaikan harga bawang putih," kata Made.

Terpisah, pengamat ekonomi dari Universitas Widya Mataram (UWM) Yogyakarta Dr Jumadi menilai, OP masih menjadi salah satu solusi jangka pendek yang efektif untuk menekan kenaikan harga.

"Saya kira untuk jangka pendek, OP dapat menjadi solusi efektif untuk menekan kenaikan harga bawang putih menjelang Ramadan. Karena sudah menjadi tradisi di berbagai daerah jika terjadi kenaikan harga kebutuhan pokok, diadakan OP. Supaya OP yang dilakukan bisa benar-benar tepat sasaran, perlu diimbangi dengan pengawasan," jelasnya.

Jumadi menambahkan, biasanya setelah dilakukan OP, harga berbagai kebutuhan pokok cenderung lebih stabil. Kendati demikian supaya OP tersebut tidak dimanfaatkan oleh oknum yang tidak bertanggungjawab untuk mencari keuntungan pribadi, alangkah baiknya apabila pemerintah terus mengawasi pergerakan kebutuhan pokok masyarakat sehingga mereka terlayani dengan baik.

"Menjelang Ramadan, harga sejumlah kebutuhan pokok sering mengalami kenaikan. Untuk itu dengan adanya OP bawang putih, diharapkan harga di pasaran bisa menjadi stabil," ujarnya. (Ira/Ria)

Kredit

Bagikan