Ternyata Kanker Darah Bisa Dideteksi dan Diobati

user
ivan 25 April 2019, 21:45 WIB
untitled

SLEMAN, KRJOGJA.com - Perjuangan ibu negara keenam Indonesia, Ani Yudhoyono melawan kanker darah membuka mata banyak orang tentang ancaman penyakit ini. Kesehatan mantan ibu negara Republik Indonesia ke-6 terus menurun tak lama setelah ia didiagnosis menderita kanker darah meskipun tidak ada riwayat dalam keluarganya yang menderita kanker hingga harus mendapatkan perawatan intensif di Singapura.

Kanker merupakan penyakit yang ditandai dengan pertumbuhan sel yang tidak terkendali dan memiliki kemampuan untuk menyusup serta merusak sel-sel sehat dalam tubuh. Data Global Cancer Observatory (Globocan) menyatakan bahwa sepanjang 2018 ada 18,1 juta kasus kanker baru di dunia dengan angka kematian mencapai 9,6 juta orang.

Data menyatakan bahwa 1 dari 8 pria dan 1 dari 11 wanita meninggal karena kanker. Insiden kanker di Indonesia menempati urutan ke 8 di Asia Tenggara, sedangkan di Asia peringkat ke-23.

Di Indonesia, kanker menempati urutan ke 6 sebagai penyebab kematian tertinggi. Berdasarkan data Kementerian Kesehatan pada tahun 2018, prevalensi pasien kanker di Indonesia adalah 1,4% dengan total 347.792 pasien.

Yogyakarta juga menjadi salah satu provinsi dengan prevalensi penderita kanker tertinggi, yaitu 4,1% dengan total 14.596 orang. Masih dari survei Globocan 2018, kanker darah menempati urutan ke 9 dalam jumlah kasus kanker terbesar di Indonesia di mana Leukemia adalah salah satu kanker cair yang terkandung dalam darah yang menyerang sekitar 1.213 orang dengan tingkat 40% pasien adalah anak-anak.

Dr Colin Phipps Diong, konsultan senior Hematology bidang Limfoma dan Kanker Darah serta Translantasi Hematiopoietik dari Parkway Cancer Center Singapura mengungkap dalam  banyak kasus, pasien sering terlambat mengetahui bahwa mereka menderita kanker darah. Bahkan deteksi dilakukan secara tidak sengaja ketika pasien menjalani pemeriksaan kesehatan rutin untuk memeriksa penyakit lain.

Faktor yang berkontribusi adalah kurangnya pemahaman tentang kanker darah dan gejalanya, serta kebutuhan untuk melakukan pemeriksaan medis rutin termasuk memeriksa jumlah darah lengkap.

“Sayangnya, kanker darah bisa sangat sulit dideteksi dan dapat didiagnosis pada pasien tanpa gejala apa pun, tetapi ini mungkin tidak selalu demikian. Beberapa pasien mungkin memiliki gejala seperti demam jangka panjang, basah kuyup, kelelahan berkeringat di malam hari, penurunan berat badan yang signifikan dan tidak diinginkan dan kadang-kadang, pembengkakan kelenjar getah bening,” ungkap Dr Colin, Kamis (25/04/2019).

Dalam kasus Ani Yudhoyono,Dr Colin mengungap bahwa istri SBY tersebut telah menerima donor sumsum tulang belakang dari adiknya Pramono Edhie Wibowo untuk mengobati kanker darah yang dideritanya. Namun, proses transplantasi sumsum tulang masih menunggu waktu yang tepat untuk dilanjutkan.

Transplantasi sumsum tulang, atau dikenal sebagai transplantasi sel induk alogenik, adalah salah satu pilihan perawatan yang paling efektif untuk kanker darah. Ini melibatkan mengambil sel-sel sumsum tulang yang sehat dari donor dan memasukkannya ke pasien dengan kanker darah.

“Pasien dapat memperoleh sel punca dari donor yang tidak berhubungan, atau bahkan mendapatkan sel punca hemotopoetic (HSC) dari darah tali pusat yang disimpan di bank darah tali pusat. Proses donasi itu sendiri adalah prosedur pembedahan, seringkali merupakan operasi pada hari yang sama, yang dilakukan dengan anestesi umum. Sementara donor mungkin mengalami beberapa sakit atau kelelahan akibat pengobatan atau terapi yang diberikan untuk meningkatkan produksi sel darah merah mereka beberapa hari sebelum prosedur, sebagian besar donor merasa baik setelah prosedur dilakukan,” tandas dia.

Manajer dan Ahli Diet Senior PCC, Fahma Sunarja menambahkan pencegahan bisa dilakukan masyarakat dengan menerapkan pola hidup sehat seperti mengkonsumsi makanan sehat tanpa pengawet dan menjaga pola hidup dengan berolahraga. “Meski belum ada kaitan secara langsung namun pencegahan bisa dilakukan dari diri kita sendiri, dengan berusaha hidup sehat,” ungkapnya memungkasi. (Fxh)

Kredit

Bagikan