Presiden KAI Ingatkan Tantangan Kian Berat

user
tomi 22 April 2019, 07:57 WIB
untitled


SEMARANG, KRJOGJA.com - Sebanyak 35 orang diangkat menjadi advokat Kongres Advokat Indonesia (KAI) dalam sidang terbuka majelis KAI yang diselenggarakan  di Gumaya Tower Hotel Semarang, Sabtu (20/4).

Pengangkatan  dilakukan oleh Dewan Pimpinan Pusat (DPP) KAI yang dipimpin langsung Presiden KAI Tjoetjoe Sandjaya Hernanto SH MH CLA CIL CLI CRA didampingi anggota majelis yang terdiri Ketua DPD KAI Jateng Th Wahyu Winarto SH MH CIL, H Aziz zein SH MH CIL CLA ( Bendum DPD KAI Jateng ), Nasuka Abdul Jamal SH CIL ( Waka Bid Organisasi DPD KAI Jateng) dan Sudarman SH MH CIL ( Dewan Penasihat DPD KAI Jateng).

Menurut  panitia acara, H Sapta Heri Surahmad SH MH,  35 advokat KAI itu selanjutnya akan menjalani penyumpahan di Pengadilan Tinggi (PT) Jateng yang direncanakan dilaksanakan awal Mei mendatang. Setelah menjalani sumpah, barulah mereka bisa beracara di pengadilan.

Dalam sambutannya Tjoetjoe mengingatkan tantangan berat yang dihadapi advokat. "Menghadapi tantangan itu, advokat KAI harus kerja keras dan cerdas demi menjaga profesi dan marwah advokat," ujarnya.

Tjoetjoe menjelaskan, saat ini KAI sedang mengembangkan e-lawyer serta single identity yang berlaku selamanya.  Sedang di Mahkamah Agung  sedang dikembangkan e-court, guna mengurangi interaksi advokat dengan petugas pengadilan.

Di bagian lain, Tjoetjoe mengatakan, negara harus memperlakukan penegak hukum secara adil.  Berdasar pengamatannya, tiga penegak hukum lain yakni polisi, jaksa dan hakim  mendapat fasilitas lebih ketimbang advokat. Misalnya mau pendidikan lanjutan mereka difasilitasi oleh negara.

Sedang terkait putusan hakim, Tjoetjoe menginginkan Komisi Yudisial (KY)  punya kewenangan melakukan eksaminasi terhadap putusan pengadilan yang dinilai nakal.

Menurutnya, KY perlu membentuk tim yang terdiri atas advokat seni (*)

Kredit

Bagikan