Pacu Ekonomi Masyarakat Daerah, Desa Wisata Binaan Dievaluasi

user
tomi 24 Juni 2019, 16:44 WIB
untitled


SLEMAN, KRJOGJA.com - Keberadaan desa wisata di beberapa daerah mampu memberi dampak positif bagi masyarakat terutama sektor ekoomi. Guna kepentingan itu, PT Bank Central Asia Tbk (BCA) mengadakan pelatihan gabungan Desa Wisata Binaan BCA yang berada di Yogyakarta dan sekitarnya dalam rangka menumbuhkan inovasi demi meningkatkan standar pelayanan kepada wisatawan di desa-desa wisata tersebut.

Pelatihan dengan tema 'Membangun Desa Wisata di Indonesia dengan Kualitas SDM 4.0' ini juga menjadi sarana untuk mengevaluasi berbagai kemajuan dan tantangan yang terjadi pada desa-desa wisata tersebut dan menjamin bahwa desa-desa wisata itu terus berkontribusi terhadap kemajuan ekonomi yang berkesinambungan dan berkelanjutan.

Acara Rapat Koordinasi dan Pelatihan Gabungan Desa Wisata Binaan BCA tersebut dibuka oleh Executive Vice President BCA Inge Setiawati, didampingi oleh Vice President CSR BCA Ira Bachtar, dan Pimpinan KCU Yogyakarta Anggardini Swadari di Yogyakarta,  Senin (24/06/2019).

Inge mengatakan,  komitmen BCA untuk terus mendampingi desa-desa wisata Binaan BCA diwujudkan salah satunya melalui kegiatan pelatihan yang ditujukan kepada segenap penanggung jawab yang terlibat dalam pengembangan desa-desa wisata Binaan BCA. 

"Pelatihan tersebut diberikan untuk mendorong perubahan ke arah yang lebih baik, terutama terkait standar pelayanan prima kepada segenap pengunjung. Sekarang eranya kompetisi terbuka bersamaan dengan bertumbuhnya destinasi-destinasi baru di segala penjuru Indonesia," tandas Inge.

Inge menambahkan sasaran dari program Desa Binaan BCA adalah mendukung pertumbuhan ekonomi masyarakat yang berkesinambungan di pedesaan dengan menciptakan keadaan supaya masyarakat mampu bertumbuh dan mencapai kemajuan secara mandiri. "Hal ini dilakukan melalui program kemitraan dengan komunitas dalam rangka pemberdayaan komunitas lokal di daerah untuk membuka peluang usaha dan menciptakan lapangan pekerjaan bagi masyarakat setempat dengan memanfaatkan sumber daya lokal," tandasnya.

Sementara itu, Ira Bachtar menjelaskan pelatihan ini dimaksudkan agar pengetahuan, wawasan, keterampilan operator desa-desa wisata tersebut terus terupdate dengan perkembangan dan kebutuhan saat ini, sehingga mereka bisa meningkatkan standar pelayanan di desa-desa wisata tersebut demi bersaing dengan destinasi-destinasi lain,” urai Inge.

"Peserta yang terdiri dari para pengurus desa dilatih dalam berpikir kreatif dan inovatif sehingga dapat menciptakan terobosan baru di desa masing-masing. Diharapkan, kegiatan ini dapat turut membangkitkan kembali komitmen untuk memajukan kelompok sadar wisata dan potensi alam setempat."

Pada kesempatan kali ini, peserta berkesempatan belajar langsung dari Bapak Tatak selaku kepala desa Candirejo mengenai cara mengelola desa wisata. Peserta juga diajak studi banding dengan mengunjungi salah satu desa wisata di Yogyakarta, yaitu Desa Kaki Langit. Rangkaian acara ditutup dengan  berkeliling Malioboro. Di tempat ini, para peserta kembali mendapat pengetahuan dalam membangun area wisata yang digemari wisatawan lokal maupun mancanegara.

Seperti diketahui, BCA memiliki beberapa Desa Binaan, antara lain Wirawisata Goa Pindul, Desa Wisata Pentingsari, Wisata Wayang Wukirsari, Kampung Batik Gemah Sumilir Pekalongan, Desa Wisata Pucak Tinggan Bali, Doesoen Kopi Sirap-Gunung Kelir Semarang, Desa Wisata Tamansari Banyuwangi, Bukit Peramun Belitung, Wisata Aik Rusa Berehun Belitung, Gunong Lumut Belitung, Nagari Silokek, dan Kampung Adat Sijunjung. BCA juga membina komunitas Petani Jahe Emprit di Pemalang dan Jepara. Sebagaimana komitmen BCA yang memberikan layanan prima kepada nasabah, Desa Binaan BCA didorong dan didampingi untuk memberikan layanan prima kepada pengunjung. (*)

Kredit

Bagikan