Bongkar Celengan Tanah, Sri Mulyani Daftar Haji

user
tomi 15 Juli 2019, 00:10 WIB
untitled

KARANGANYAR, KRJOGJA.com -Kegigihan Sri Mulyani (52) mengumpulkan bekal untuk naik haji diapresiasi Kantor Kemenag Karanganyar.

Wanita asal Dusun Kebon Agung Rt 04/Rw VI Desa Suruh, Tasikmadu ini menunggu 17 tahun sampai celengan tanahnya penuh, baru kemudian dibongkar. Isinya berupa uang receh, kemudian disetor ke kantor Kemenag.

Sri Mulyani tergopoh-gopoh memasuki kantor itu pada Kamis (11/7) pagi. Ia membawa belasan kilogram koin pecahan Rp 500 dan Rp 1.000 ke tas punggung. Ia juga membawa uang kertas pecahan Rp 100 ribu dan Rp 50 ribu. Sebelumnya, ia telah dipandu petugas agar menyiapkan pecahan yang mudah dihitung.

"Diminta mengemas 10 koin tiap plastik. Ada banyak sekali saya enggak hafal. Beruntung mengemasnya dibantu empat pelajar magang Kemenag dan pasangan suami istri calon haji, yang juga sama-sama mendaftar. Dari jam 10 pagi, selesai 11.30," kata Sri kepada KR di rumahnya, Jumat (12/7).

Total koin yang disetorkannya Rp 2,7 juta. Ia juga menyetor uang kertas sampai genap Rp 50.200.000. 

"Enggak semua koin. Sebagian besar ambil dulu tabungan di bank. Hari Rabu sudah ke sini. Petugas loket bilang enggak sanggup menghitung sendirian, jadi saya datang keesokan harinya. Di rumah terlebih dulu memilah pecahan," katanya.

Sri sengaja tak menukarkan koin-koinnya dengan uang pecahan besar semisal Rp 100 ribu dan Rp 50 ribu, meski itu memudahkan petugas menghitungnya. Ia berfikir itu membutuhkan waktu lama yang makin memperpanjang waktu tunggu berangkat haji.

Ia menceritakan membeli dua buah celengan tanah berbentuk singa pada 17 tahun silam di pasar Cembengan. Saat itu, ia dan suami berkomitmen takkan membongkarnya untuk keperluan apapun selain mendaftar haji.

"Dua hari sebelum mendaftar, dibongkar. Dengan tambahan simpanan uang di bank, alhamdulilah cukup. Yang penting niatnya menabung untuk beribadah. Insya Allah kebutuhan lain akan tercukupi tanpa harus membongkar celengan," katanya.

Plh Kepala Kemenag Karanganyar, Wiharso mengapresiasi kegigihan Sri dan suaminya menyisihkan uang selama belasan tahun. Sri saat ditanyai petugas mengaku menabung untuk haji bahkan sebelum menikah.

"Petugas bank sampai kewalahan. Saya menyarankan ditukar dulu koin-koinnya. Yang hebat itu semangatnya tak kendur. Menabung sedikit demi sedikit sejak SMA sampai sekarang usia 52 tahun," kata Wiharso.

Ia meminta pasangan tersebut tetap bersabar karena pemberangkatannya diperkirakan 25 tahun lagi. (Lim)

Kredit

Bagikan