Tak Mau Kecolongan, Pemkab Bantul Cek Ketersediaan Daging

user
danar 08 Mei 2019, 17:55 WIB
untitled

BANTUL, KRJOGJA.com - Dinas Pertanian Pangan Kelautan, dan Perikanan (Disperpautkan) Bantul dan Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan DIY Bidang  Peternakan mengecek ketersediaan daging sapi dan ayam di Pasar Imogiri  Bantul. Pengecekan dilakukan untuk mengetahui  pergerakan permintaan daging selama Ramadan hingga menjelang Hari  Raya Idul Fitri.  Selain melihat stok, pemerintah juga tidak mau kecolongan dengan beredarnya daging dibawah standar  atau tidak sehat beredar di pasar.

“Selama Bulan Ramadan ini permintaan daging cenderung meningkat, baik itu daging sapi maupun daging ayam.   Oleh karena itu kami pantau betul dari aspek kualitas serta ketersediaan,” ujar Kepala Bidang Peternakan dan Kesehatan Hewan Disperpautkan Bantul, Joko Waluyo, SPt, MSc disela memantau di Pasar Imogiri Bantul, Rabu (8/5/2019).

Joko mengatakan, memasuki awal Ramadan ini harga daging sapi masih relatif stabil antara Rp 110 ribu hingga Rp 115 ribu per kilonya. Namun harga tersebut  sudah pasti akan  berubah ketika Hari Raya Idul Fitri makin dekat. “Kami prediksi   pekan ke empat sudah ada kenaikan harga, tetapi sekarang belum. Olah karena itu pergerakan harga tersebut kami pantau terus, jangan sampai terjadi gejolak harga,” ujarnya.

Joko mengungkapkan, untuk ketersediaan daging sapi pihaknya menjamin  tidak ada masalah di lapangan.  Karena ketersediannya juga mencukupi. Sementara terkait dengan pemeriksaan kualitas   daging di Pasar Imogiri  merupakan  sebuah upaya untuk melindungi konsumen.  Ada beberapa aspek pemeriksaan dari petugas yakni kadar air daging sapi serta kualitas daging. “Khusus di Pasar Imogiri ini  kualitas daging sangat bagus.  Tim kami tidak menemukan adanya daging yang tidak layak konsumsi beredar di pasaran,” ujarnya.

Sementara itu Ny Sri Sukamti salah satu pedagang daging sapi di Pasar Imogiri Bantul  mengatakan, sekarang masih kisaran Rp 110 ribu/kg-Rp 115 ribu/kg. “Kemungkinan naik mendekati Hari Raya Lebaran, itu saja kami  menaikkan harga menunggu pengumuman dari  Persatuan Pengusaha Daging Sapi Segoroyoso  (PDSS),” ujar Sri Sukamti.(Roy)

Kredit

Bagikan