Persoalan Aset Terminal Giwangan Masih Dibahas

user
ivan 18 Juni 2019, 11:34 WIB
untitled

YOGYA, KRJOGJA.com - Pemkot Yogya tidak bisa begitu saja melimpahkan aset Terminal Giwangan ke Kementerian Perhubungan. Kendati dari sisi pengelolaan sudah diserahkan sejak tahun 2017 lalu, namun persoalan aset hingga saat ini masih dibahas.

Walikota Yogya Haryadi Suyuti, menjelaskan pihaknya harus berkoordinasi dengan Ngarsa Dalem terlebih dahulu. Hal ini lantaran status tanah yang digunakan sebagai Terminal Giwangan merupakan Hak Guna Bangunan (HGB) di atas Hak Pengelolaan Lahan (HPL).

"Nanti (aset) kami koordinasikan dengan Sultan. Tadi kami juga sampaikan jika Terminal Giwangan ditunjuk menjadi salah satu dari enam terminal untuk pilot project revitalisasi. Juga sudah kami sampaikan hasil pertemuan dengan Menteri Perhubungan kemarin," tandasnya.

Pelimpahan aset tersebut menjadi salah satu syarat mutlak bagi Kementerian Perhubungan untuk merevitalisasi Terminal Giwangan. Apalagi di tahun 2020, sudah ada rencana alokasi sebesar Rp 50 miliar. Revitalisasi perlu dilakukan guna menjadikan terminal lebih nyaman dan menarik minat masyarakat kembali menggunakan bus.

Haryadi mengaku, pihaknya justru berharap pelimpahan hanya menyangkut aspek pengelolaan. Sementara asetnya tetap menjadi milik Pemkot Yogya. Akan tetapi, hal itu disadarinya akan menyulitkan Kementerian Perhubungan untuk memulai revitalisasi fisik.

"Sepenuhnya kami mendukung revitalisasi Terminal Giwangan. Apalagi selama ini terminal belum tersentuh penataan. Kalau bandara dan stasiun kan sudah. Ketika terminalnya bagus, minat masyarakat terhadap angkutan publik pasti akan meningkat," urainya.

Di samping itu, hasil revitalisasi Terminal Giwangan juga akan memperkuat hubungan antarmoda. Terutama setelah diresmikannya bandara di Kulonprogo, maka akses menuju ke sana perlu dukungan transportasi massal. Terutama kolaborasi antara kereta api dan armada bus.

Saat ini pun sudah tersedia kereta api khusus bandara. Sedangkan untuk armada bus, menurut Haryadi, sudah disiapkan oleh pihak Damri yang menyiagakan armadanya di Terminal Giwangan.

Staf Satuan Pelayanan Terminal Giwangan Aji Fajar, membenarkan keberadaan bus Damri yang disiagakan di terminal. Sesuai komitmen, hal itu sudah dimulai sejak Senin (17/6) kemarin, namun pihaknya masih melakukan koordinasi dengan Damri.

"Saya sudah kontak Damri, dan masih dikoordinasikan secara internal. Lokasinya nanti di area Antar Kota Dalam Provinsi (AKDP), tapi saya belum tahu armadanya karena sampai sekarang belum tiba di terminal." katanya. (Dhi)

Kredit

Bagikan