FK Unisula Gelar Gelar Simposium Internasional Kesehatan Manula

user
tomi 23 Agustus 2019, 07:27 WIB
untitled

SEMARANG, KRJOGJA.com- Fakultas Kedokteran Universitas Islam Sultan Agung (FK Unissula) Semarang selama 3 hari (Jumat-Minggu, 23-25/8/2019) menggelar “the 3rd International Symposium on Human Health and Aging Sciences (ISHHAS)”.

ISHHAS merupakan acara 2 tahunan yang diadakan FK Unissula berisi simposium dan workshop. ISHHAS ke-3 ini mengangkat tema “Degenerative Changes and Aesthetic Problems in Human Aging: Prevention, Current Interventions and Therapies for Better Life”.

Dekan FK Unissula Dr dr Setyo Trisnadi SH SpKF didampingi Dr Siti Thomas Zulaikhah SKM Mkes (ketua panitia), Prof Taufiqurrahman MKes SpAnd dan dr Anna C Nur Sa’diyah SpPD FINASIM KEMD (seksi ilmiah) kepada pers di kampus setempat Kamis (22/8/2019) menyatakan  42 pembicara dari dalam dan luar luar negeri ambil bagian pada simposium internasional ini.

“Pembicara dari luar negeri di antaranya dari Belanda, Bangladesh dan Korsel.  Peserta kegiatan ini mahasiswa, akademisi, dokter dan para pemerhati masalah kesehatan. Artikel ilmiah peserta yang lolos seleksi akan dipublikasikan dalam jurnal internasional terindeks  scopus” ujar dekan dan ketua panitia.

Sementara itu Ketua Seksi Ilmiah  dr Anna C Nur Sa’diyah SpPD FINASIM KEMD dan anggota seksi ilmiah Prof Taufiqurrahman MKes SpAnd menyatakan perhatian atas persoalan penuaan terkait pula dengan penyakit manula dan cara pencegahannya) semakin penting sejalan dengan semakin banyaknya jumlah manula di dunia.  Sedikitnya 13 persen dari total penduduk dunia  7,5 miliar jiwa berada dalam usia manula (65 tahun ke atas).

“Bila mereka kurang memperhatikan kualitas kesehatan maka usia manula mereka akan dihadapi dengan penuh kelemahan atau banyak kendala melakukan aktivitas hariannya.  Penting sharing ilmu pada tenaga kesehatan sehingga saat mengelola pasien lanjut usia maka pasien bisa tetap baik dan sehat. Sehingga selain peningkatan usia penting tetapi juga harus diimbangi dengan kualitas fisik,  biologis dan aspek kesehatan lainnya” ujar Prof Taufiqurrahman. (Sgi)

Kredit

Bagikan