Gelombang Setinggi 3,5 Meter Berpotensi Terjadi di Pantai Selatan

user
ivan 17 September 2019, 11:26 WIB
untitled

SLEMAN, KRJOGJA.com - Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Stasiun Klimatologi Yogyakarta mengeluarkan peringatan dini terkait potensi gelombang tinggi di perairan selatan Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY). Potensi tinggi gelombang diprakirakan berlangsung dua hari ke depan.

Kepala Unit Analisa dan Prakiraan Cuaca BMKG Stasiun Klimatologi, Sigit Hadi Prakosa mengatakan prediksi gelombang tinggi tersebut mencapai 2,5 meter - 3,5 meter pada Selasa (17/09/2019) hingga Rabu (18/09/2019) besok. Pemicu tinggi gelombang karena perbedaan tekanan udara yang cukup mencolok wilayah di selatan Indonesia dengan wilayah utara.

Baca juga :

“Aisyah” Sosok Mistis yang Hebohkan Driver Ojek Online Jogja, Siapa Dia?

Kabupaten Sleman Punya Tingkat Pengangguran Terbuka Paling Banyak

“Sehingga selisih tekanan udara menyebabkan kecepatan angin yang berdampak pada peningkatan tinggi gelombang yang masuk ke perairan selatan DIY. Peningkatan kecepatan angin di Samudra Hindia di Selatan Jawa, mencapai antara 29 sampai 38 kilometer per jam," ucap Sigit kepada KRJOGJA.com.

Pada bulan kemarau seperti saat ini, memang bisa berpotensi gelombang tinggi. Tetapi diprediksi dalam beberapa hari ke depan akan mengalami penurunan mulai tanggal Kamis (19/09/2019) sampai Sabtu (21/09/2019) cenderung turun sedikit hingga 2 meter sampai 2,5 meter saja.

Namun pada Minggu (22/09/2019) diprediksi gelombang akan naik lagi bahkan mencapai 4 meter. "Tahun kemarin di periode yang sama, tinggi gelombang malah lebih dari 5 meter sampai ada kerusakan lapak-lapak pedagang di kawasan pantai," tuturnya.

Dijelaskannya, potensi tinggi gelombang diprediksikan sampai akhir September karena Oktober sudah mulai ada hujan di DIY. Sehingga ketika sudah turun hujan, kecepatan angin tidak sekuat sebelumnya dan tinggi gelombang juga akan turun.

Sigit menambahkan, tinggi gelombang antara 2,5 sampai 4 meter tergolong level menengah. Hal ini Cukup berisiko bagi aktivitas nelayan saat melaut, sehingga BMKG mengimbau para nelayan untuk meliburkan diri terlebih dulu sambil menunggu update kondisi gelombang perairan selatan.

Sementara bagi wisatawan juga harus hati-hati karena profil pantai di selatan DIY curam. "Jadi kalau mandi di laut dengan ombak yang sedang pun berbahaya karena dapat menyeret mereka masuk ke dalam dan terperangkap di laut yang curam," pungkasnya. (Ive)

Kredit

Bagikan