Kompol Yugi: Kemacetan Lalu Lintas di Jogja Menantang!

user
agus 12 September 2019, 12:14 WIB
untitled

YOGYA,KRJOGJA.com - Persoalan kemacetan lalu lintas di Kota Yogyakarta menjadi tantangan tersendiri bagi Kompol Yugi Bayu Hendarto. Dilantik sebagai Kasatlantas Polresta Yogyakarta pada 25 Juli kemarin, Yugi memprioritaskan untuk menata kelancaran lalu lintas.

"Saya ingin menciptakan suasana kelancaran lalu lintas di Kota Yogyakarta ini menjadi tertata," kata Yugi saat ditemui Krjogja.com di Mapolresta Yogyakarta. Rabu (10/09/19).

Yugi mengamini bahwa kepadatan lalu lintas kerap terjadi dibeberapa titik kota Yogyakarta. Oleh karena itu, sebelum kemacetan menjamur, pihaknya akan melakukan upaya pengalihan arus jauh-jauh hari. Sehingga tidak ada lagi penumpukan kendaraan dan perjalanan pengendara lebih menyenangkan.

 

Ada sejumlah titik yang dinilai rawan kemacetan. Salah satunya yaitu berada di wilayah Pasar Kembang. Lokasi itu, menjadi aktivitas masyarakat turun dari stasiun Tugu. Tak hanya itu, kawasan Malioboro juga identik dengan kepadatan kendaraan. Hal itu karena banyak parkir Andong yang memakan bahu jalan.

Diketahui, Yugi menggantikan Kasatlantas sebelumnya, Kompol Dwi Prasetyo. Sebelumnya Yugi juga menjabat sebagai Kapolsek Mlati, Kabupaten Sleman. Yugi menyebut, kedua posisi yang berbeda tersebut memiliki tantangan tersendiri.

"Kita harus bertanggung jawab penuh kepada wilayah yang diamanatkan kepada kita, itu merupakan tanggung jawab tersendiri baik pada saat saya menjadi kapolsek Mlati maupun Kasatlantas polresta," ucapnya.

Tanggung jawab yang diembannya sebagai kasatlantas, lanjut Yugi, harus menciptakan situasi keamanan, kenyamanan, ketertiban dan kelancaran lalu lintas. Yugi mengaku demi mewujudkan itu semua, pihaknya juga menggandeng Dinas Perhubungan Kota, dan Satpol pp.

Kendati demikian, Pria kelahiran Purworejo, Jawa Tengah ini mengaku, polisi memang cita-citanya. Sehingga pengabdian kepada negara adalah ladang ibadah baginya.

"Memang bercita-cita menjadi polisi karena keluarga juga polisi, bapak saya seorang polisi ibu juga polisi. Dan ketika saya melihat profil dari kedua orangtua saya, mereka bekerja tidak hanya mengayomi anak-anaknya tetapi juga orang lain," tuturnya.

Selama 14 tahun sudah Yugi mengabdi kepada negara sebagai polri. Waktu tersebut tentu tak mudah bagi Yugi, apalagi harus membagi pekerjaan dengan urusan keluarga. Beruntungnya anak dan istrinya mengerti dengan profesi yang sudah diperjuangkanya selama bertahun-tahun. Karena, Yugi bekerja tidak hanya melulu tentang intansinya saja tapi juga bagaimana perkembangan dari masyarakat.

"Polisi bisa melayani masyarakat, bisa melindungi bisa menegakan hukum. Idealnya kalau ada polisi, masyarakat merasa terlindungi. Polisi sosok yang serius? Dulu mungkin iya. Kalau sekarang saya rasa polisi sudah lebih humanis tapi tidak meninggalkan sikapnya yang tegas," ujarnya.

Yugi berpesan kepada masyarakat pengguna jalan raya untuk selalu taat dan tertib berlalu lintas. Juga melengkapi diri dengan membawa surat kendaraan bermotor serta SIM saat berkendara.

 

"Di jalanan ini sudah ada marka, rambu petunjuk lalu lintas. Pertama masyarakat harus mengerti dulu, habis itu ditaati. Lebih penting lagi petunjuk dari petugas, karena kita yang paling mengerti  di lapangan. Jadi patuhi arahan petugas dan jangan melanggar aturan," jelasnya. (Ive)

Kredit

Bagikan