Ganjar Pranowo: Keberagaman Modal Utama Pondasi Kokoh Bangsa

user
tomi 11 September 2019, 19:09 WIB
untitled

SEMARANG,KRJOGJA.com- Gubernur Jateng Ganjar Pranowo SH MIP terbukti piawai dalam mengajar mahasiswa, terutama menyangkut materi tentang kebangsaan.

Seperti dilakukannya di hadapan 2.600 an mahasiswa baru (maba) Universitas Muhammadiyah Semarang (Unimus) tahun 2019 di Gedung Serba Guna (GSG) Unimus kampus Kedungmundu, Selasa (10/9/2019).

Setelah acara dibuka Rektor Unimus Prof Dr H Masrukhi MPd, gubernur Jateng dua periode ini langsung tancap gas.

Metode yang digunakannya-pun lewat dialog dengan para mahasiswa menggunakan bahasa mileneal dan konten terkini anak-anak muda saat ini. Lengkap sudah, ditambah penampilan gubernur yang tak kalah ganteng dengan bintang film ini, waktu kuliah umum yang hampir dua jam menjadi tidak terasa.

Lewat topik bahasan "mengelola keberagaman Memperteguh Kebangsaan", dirinya menyampaikan (semuanya lewat tanya jawab dan dialog) kalau republik ini lahir dari berbagai suku, ras, agama, golongan, bahasa dan lain-lain alias keberagaman sebagai sunatullah. Indonesia lahir dari kesepakatan dan kompromi tersebut sehingga keberagaman sebagai pondasi kuat harus selalu dipegang seluruh warga negara, termasuk generasi muda mileneal sekarang.

"Pondasi negara harus kuat, kalau tidak, akan rontok sebagai bangsa. Lima nilai yang ada di Pancasila dan kalau diperas menjadi ekasila "gotongroyong" merupakan nilai bersama kita. Nilai ini bisa menangkis tantangan seperti masuknya budaya asing, radikalisme, narkoba, pornografi dan berbagai paham asing lainnya yang buruk. Generasi muda harus memakai nilai Pancasila sebagai filter dan jangan mudah terprovokasi ujaran dan ajakan kebencian dan mengadu domba bangsa.

Untuk tidak terprovokasi, literasi menjadi penting, mengendalikan jari di medsos, tabayyun serta menyaring informasi sebelum sharing menjadi sangat penting" tandas ganjar.

Sementara itu Rektor Unimus Prof Dr Masrukhi MPd berharap mahasiswa selektif menerima informasi yang beredar termasuk di medsos. Rektor juga berharap mahasiswa menjaga keutuhan berbangsa bernegara, tidak mudah terprovokasi dengan berita hoax serta perlunya imunisasi nilai-nilai Pancasila, Keislaman dan Kemuhammadiyahan seraya selalu tabayyun saat menerima informasi. Mahasiswa dididik untuk mengembangkan diri seutuhnya baik intelektualnya, spriritualnya, emosi kejiwaan dan lulus berprestasi demi masa depan cemerlang. (sgi)

Kredit

Bagikan