Anugerah Doktor Honoris Causa UNY Momen Kembangkan Pendidikan

user
tomi 05 September 2019, 13:42 WIB
untitled

YOGYA, KRJOGJA.com - Sebagai forum akademik, penganugerahan gelar doktor honoris causa bidang pendidikan karakter dipandang Sri Sultan merupakan kesempatan sekaligus kehormatan yang teramat besar.

Sri Sultan memandang bahwa Yogyakarta mendapat kajian sekaligus pengakuan akademik atas pendidikan khas ke-Jogja-an yang dilakukan melalui muatan lokal di sekolah dan masyarakat.

BACA JUGA :

Sultan HB X: Pendidikan Karakter Masih Jauh Panggang dari Api

Orasi Ilmiah Sultan HB X : Budaya Pembuktian Bangsa Bertahan Hidup

“Ini menjadi momen berharga dalam mengembangkan pendidikan khas ke-Jogja-an. Terima kasih kepada yang terhormat Rektor dan seluruh unsur UNY yang lain,” ungkap Sri Sultan selaku penerima anugerah tersebut dalam orasi ilmiah di Auditorium UNY, Kamis (05/09).

Pengembangan pendidikan khas ke-Jogja-an yang dibahas dalam forum akademik ini, akan ditindaklanjuti Sri Sultan melalui niatan membentuk Tim Ahli Pendidikan. Tim tersebut akan berada di bawah Gubernur, dan dianggarkan dari Dana Keistimewaan.

Tim tersebut bertujuan mengindentifikasi cara memperbarui, mengidentifikasi masalah, sekaligus apa saja ide dan aturan yang harus diterapkan atau diubah dalam lingkup kewenangan Pemda DIY.

“Dan sekiranya para Sivitas Academika UNY atau masyarakat penddikan umumnya ada yang berkenan berkontribusi bagi Dunia Pendidikan kita, Promovenus selaku Gubernur DIY ikut menjamin bahwa DEWANDIK DIY dan DISDIKPORA DIY, pasti siap menyambutnya dengan penuh suka cita. Dengan tujuan memperkaya materi pendidikan khas ke-Jogja-an sebagai sebuah inovasi daerah,” ungkap Sri Sultan.

Konsep pendidikan khas ke-Jogja-an yang telah diperkaya tersebut diharapkan dapat aplikabel dan langsung diselenggarakan di DIY.  Apabila konsep pendidikan khas ke-Jogja-an disetujui oleh Menteri Pendidikan, maka tak menutup kemungkinan bisa diterapkan di Provinsi lain dengan kekhasan budayanya masing-masing.

“Maka, nantinya akan bermunculan beragam Pendidikan Khas Bugis, Minang, Melayu, Aceh atau etnik lain yang memang sesuai dengan ekosistem budaya setempat. Dan inilah sesungguhnya wujud nyata kekayaan Ke-Bhinneka Tunggal Ika-an Indonesia yang kasatmata sekaligus untuk memperkuat Identitas Bangsa Indonesia,” pungkas Sri Sultan. (KRA-02)

Kredit

Bagikan