Polresta Yogyakarta Gelar Operasi Patuh Progo 2019, Sehari 200 Pelanggar Ditindak

user
agus 03 September 2019, 14:10 WIB
untitled

YOGYA, KRJOGJA.com - Jajaran anggota Polresta Yogyakarta hari ini menggelar Operasi Patuh Progo 2019 di kawasan parkir Abu Bakar Ali. Pengendara yang kedapatan melanggar langsung sidang dan membayar denda di tempat. Pantauan krjogja.com, Operasi Patuh Progo dimulai sekitar pukul 08:45. Operasi menyasar pengendara yang akan melintas dari arah Barat Pasar Kembang menuju Timur lampu merah Kleringan, Yogyakarta.

Kasatlantas Polresta Yogyakarta, Kompol Yugi Bayu Hendarto mengatakan, Operasi Patuh Progo bertujuan untuk memberikan pemahaman pada masyarakat tentang peraturan dalam berkendara. Sehingga mereka menjadi patuh terhadap peraturan lalu lintas.

Guna Operasi Patuh Progo berjalan lancar, perangkat-perangkat baik itu dari kepolisian, kejaksaan dan pengadilan, hinga pembayaran melalui bank sudah disiapkan. "Sidang ditempat ini agar membantu masyarakat atau pelanggar yang notabenenya sibuk dalam bekerja. Kalau mereka tidak sempat untuk melaksanakan sidang di pengadilan, jadi kalau kedapatan melanggar langsung di sidang," kata Bayu kepada wartawan di lokasi. Selasa (03/09/19).

Adapun Target Operasi (TO) yang menjadi sasaran mulai dari Tugu Pal Putih, jalan Mangkubumi, Jalan Malioboro sampai titik Nol Kilometer. Operasi tersebut juga melibatkan jajaran Polsek Kota dan bekerjasama dengan Dishub Kota juga Satpol PP.

Menurutnya, bentuk operasi pemeliharaan keamanan lalu lintas yang mengedepankan kegiatan preemtif dan preventif guna meningkatkan simpati masyarakat terhadap Polantas dalam rangka Kamseltibcarlantas. "Operasi didominasi oleh kegiatan preemtif 60 persen dan preventif 40 persen," ujarnya.

Operasi Patuh Progo di Wilayah Kota Yogyakarta yang sudah berjalan selama 5 hari, masing-masing mendapatkan 200 pelanggar setiap harinya. Jika dijumlahkan sudah ada 1000 lebih pengendara yang tidak patuh saat berkendara.

"Sudah 5 hari sekitar 1400 san dan mayoritas melanggar marka jalan baik yang terputus dan tidak terputus. Yang paling banyak adalah pelanggaran melawan arus," ucapnya.

"Setelah operasi ini diharapkan masyarakat lebih patuh terhadap lalu lintas. Angka kecelakaan juga menurun, sehingga ketertiban lalu lintas juga meningkat,"pungkasnya.

Sementara itu salah satu pelanggar yang tidak ingin disebutkan namanya mengaku, tidak membawa Surat Izin Mengemudi (SIM) karena tertinggal. "SIM nya ndak kebawa, karena ganti tas. Tahu-tahu ada razia. Ini kesalahan saya seharusnya surat-surat berkendara selalu di bawa. Kalau bisa di letakan dalam jok motor," tuturnya. (Ive)

Kredit

Bagikan