Mahasiswa Kebidanan Unimus Dilatih Kegawat Daruratan

user
tomi 13 Oktober 2019, 13:41 WIB
untitled

SEMARANG,KRJOGJA.com- Sebanyak 29 mahasiswa tingkat akhir D III Kebidanan Fakultas Ilmu Keperawatan dan Kesehatan (Fikkes) Universitas Muhammadiyah Semarang (Unimus) dan 4 pengajar mengikuti pelatihan “Midwifery Emergency Course (MEC)” yang diselenggarakan Prodi D III Kebidanan Fikkes bekerjasama dengan Yayasan Ambulans Gawat Darurat 118 Jakarta di kampus Unimus.

Pelatihan dibuka Wakil Dekan II Fikkes Unimus Dr Ali Rosidi SKM MSi. Menurutnya, peserta setelah lulus pelatihan mendapatkan sertifikat keahlian sebagai sertifikat pendamping ijazah. Sekaligus sebagai penguatan kompetensi yang dimiliki mahasiswa prodi Kebidanan Fikkes Unimus.

“Kami berharap peserta serius mengikuti pelatihan meski dilakukan lewat suasana santai. Kebidanan kegawat daruratan merupakan salah satu kompetensi yang dimiliki mahasiswa D III Kebidanan Unimus yang juga pengejawantahan visi misi prodi ini” ujar Dr Ali Rosidi SKM MSi.

Sementara itu Koordinator Tim Ambulans Gawat Darurat 118 Jakarta Ns Rismah SKep dan Ketua Panitia Pelatihan Fitriani Nur Damayanti SST MHKes menyatakan tujuan pelatihan sebagai upaya penurunan angka kematian ibu dan bayi. Bidan merupakan garda terdepan asuhan kegawat daruratan di masyarakat.

“Pelatihan ini wajib diikuti mahasiswa kebidanan sehingga saat lulus mereka sudah punya bekal sebagai perawat gawat darurat. Angka kematian ibu di Indonesia masih tinggi sehingga bidan merupakan salah satu garda terdepan pencegahan peningkatan prevalensi angka kematian ibu. Selain itu sertifikat pelatihan ini sebagai tambahan bekal bekerja bidan dan ilmu dari pelatihan bisa diterapkan untuk menyelamatkan manusia atau calon manusia di masyarakat” ujar Rismah. (sgi)

Kredit

Bagikan