Kementan Bantu Pabrik Pengering Padi Untuk Petani Cilacap

user
agus 30 Januari 2019, 18:46 WIB
untitled

CILACAP, KRJOGJA.com - Salah satu kelemahan gabah produksi petani Cilacap sehingga tidak bisa terserap Bulog, karena kurang memenuhi syarat, terutama menyangkut masih tingginya kadar air. Bahkan kondisi itu diperparah jika masa panen bertepatan dengan musim hujan, petani kesulitan menjemur gabah miliknya, sehingga kadar airnya semakin tinggi, dan kerugian yang didapatkan petani bukan hanya tidak bisa diterima Bulog, namun harga jualnya pun rendah akibat kurang kualitasnya.

Guna meningkatkan kualitas gabah petani Cilacap, Dirjen Tanaman Pangan Kementerian Pertanian memberikan bantuan 9 unit mesin dryer atau pengering untuk 9 gapoktan (Gabungan Kelompok Tani) pada tujuh kecamatan di Cilacap, dan bantuan sentra pelayanan pertanian padi terpadu (SP3T).

"Adapun sembilan gapoktan itu terdiri Gapoktan Tani Maju Desa Pesanggrahan Kecamatan Kroya, berkapasitas 6 ton,"ujar Kepala Dinas Pertanian Cilacap Supriyanto pada resmian gedung dyer di Pesanggrahan Kroya, Cilacap, Rabu (30/01/2019). Kemudian Gapoktan Jangkarbumi Desa Kalijeruk Kecamatan Kawunganten kapasitas 6 ton, Gapoktan Marsudi Tani Desa Klumprit Kecamatan Nusawungu, kapasitas 10 ton, Gapoktan Brayan Makmur Desa Banjareja Kecamatan Nusawungu kapasitas 10 ton, Gapoktan Ngudi Rejeki Desa Karangsari kecamatan Adipala kapasitas 10 ton.

Selanjutnya, Gapoktan Taruan Tani Akur Desa Mentasan Kecamatan Kawunganten, kapasitas 6 ton, Gapoktan Sumber Rejeki Desa Mulyadadi Kecamatan Majenang kapasitas 10 ton, Gapoktan Murih Rahayu Desa Semingkir Kecamatan Jeruklegi kapasitas 6 ton dan Gapoktan Ngudi Rahayu Desa Kuripan Kecamatan Kesugihan kapasitas 10 ton. "Adapun bantuan satu unit sentra pelayanan pertanian padi terpadu (SP3T) diperuntukan Gapoktan Rukun Sentosa Desa Sikampuh Kecamatan Kroya,"lanjutnya.

 

Dijelaskan untuk membangun gedung dryer dan SP3T itu biayanya sebesar Rp 9.816.840.000, yang bersumber dari APBN Kementerian Pertanian sebesar Rp 6.375.720.000 dan APBN TP Dinas Pertanian dan Perkebunan Jawa Tengah sebesar Rp 3.441.120.000. "Pada pelaksanaannya pembangunan gedung dryer dan SP3T itu secara swakelola oleh Gapoktan atau Poktan penerima bantuan,"katanya.

 

Bupati Cilacap Tatto Suwarto Pamuji mengatakan, maksud pemberian bantuan tersebut untuk mengatasi kesulitan dalam proses pengeringan hasil panen padi dan jagung terutama pada musim hujan. Sedang tujuannya, kualitas produksi padi jagung petani menjadi baik, sehingga dapat memperoleh harga yang bagus pula dan dapat diserap oleh Bulog.

"Untuk bantuan sentra pelayanan pertanian padi terpadu (SP3T), maksud dan tujuannya adalah agar dapat meningkatkan kapasitas usaha gapoktan atau petani dan dapat mendorong gapoktan mempunyai usaha dari hulu sampai Hilir, yaitu dari proses budidaya pengolahan pemasaran serta dapat sebagai mitra pengadaan,"katanya.

Dijelaskan, luas lahan sawah produktif di Cilacap mencapai areal seluas 65 ribu hektar, dengan produksi 890.000 ton gabah kering giling (GKG). Kondisi itu menyebabkan Cilacap mengalami surplus beras mencapai 250.000 ton lebih. (Otu)

Kredit

Bagikan