UGM Usulkan NU dan Muhammadiyah Dapat Nobel Perdamaian

user
ivan 26 Januari 2019, 00:19 WIB
untitled

SLEMAN, KRJOGJA.com - Universitas Gadjah Mada (UGM) mengusulkan organisasi masyarakat Islam, Nahdlatul Ulama (NU) dan Muhammadiyah sebagai kandidat penerima penghargaan Nobel Perdamaian. Hal tersebut disampaikan Rektor UGM Prof Panut Mulyono dalam seminar internasional ‘Islam Indonesia di Pentas Global : Inspirasi Damai Nusantara untuk Dunia’ di Balai Senat UGM Jumat (25/01/2019).

Panut Mulyono mengatakan NU dan Muhammadiyah telah memberikan kontribusi besar dalam proses transisi dan konsolidasi demokrasi di Indonesia. Peran positif konsolidasi terlihat dalam upaya membangun perdamaian melalui kiprahnya dalam berbagai bidang kehidupan, seperti pendidikan, kesehatan, kesejahteraan sosial, filantropi, kebencanaan, sosial kemasyarakatan, serta demokrasi.

“NU dan Muhammadiyah turut berkiprah dalam perdamaian di Indonesia dan di kancah internasional. Kiprah tersebut telah dirasakan masyarakat luas baik di Indonesia maupun dunia,” ungkap Panut.

UGM menurut Panut selalu berkomitmen untuk turut serta mengembangkan dan merawat nilai perdamaian dan demokrasi. Alasan itulah yang kemudian membuat UGM mendukung NU dan Muhammadiyah sebagai penerima nobel perdamaian.

“UGM secara resmi akan menominasikan NU dan Muhammadiyah. Penghargaan ini sangat layak diberikan sebagai bentuk apresiasi kiprah kedua ormas tersebut di dunia, sekaligus menyebarkan pesan Islam damai demokratis dan berkeadaban di seluruh dunia,” tandas Panut.

Saat ini, UGM melalui Pusat Studi Keamanan dan Perdamaian (PSKP) tengah mempersiapkan dokumen untuk mengusulkan NU dan Muhammadiyah sebagai kandidat penerima nobel perdamaian. UGM bukan menjadi pihak pertama yang mengusulkan setelah sebelumnya terlebih dahulu dilakukan oleh Guru Besar Antropologi Boston University, Prof Robert W Henfer. (Fxh)

Kredit

Bagikan