Pemilu Tak Pengaruhi Pasar Saham Indonesia

user
tomi 23 Januari 2019, 14:05 WIB
untitled


YOGYA, KRJOGJA.com - Optimisme publik terus dibangun oleh Bursa Efek Indonesia (BEI) di awal tahun 2019. Meski adanya perang dagang antara Amerika Serikat (AS) dan Cina serta momen pemilihan presiden (pilpres) namun diprediksi hal-hal tersebut tak terlalu mempengaruhi perdagangan saham di Indonesia.

Kepala BEI Perwakilan DIY Irfan Noor Riza mengatakan adanya perang dagang AS-Cina tetap harus ditanggapi positif karena pemimpin kedua negara tersebut telah melakukan berbagai upaya pertemuan. "Kita lihat kedua negara sudah bicara dan ada optimisme di sini," ungkapnya di sela pertemuan triwarsa Anggota FK-IJK DIY 2019 di Grand Inna Malioboro Hotel Rabu (23/1/2019).

Tak hanya faktor perang dagang saja, kata Irfan momen pemilihan presiden April 2019 menurut dia juga banyak menjadi pertimbangan yang tak jarang membuat orang berpikir menginvestasikan dana ke pasar saham.

"Tapi menurut saya tidak akan berpengaruh besar, kita melewati seperti 2009 dan 2014 malah Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) selalu positif dan naik. Kita perlu ingat juga bahwa siapapun presiden terpilih pasti akan menjaga stabilitas ekonomi, itu yang penting,” sambungnya.

Diakui Irfan, jumlah investor saham di DIY mengalami peningkatan cukup menarik di tahun 2018 lalu yang mana jumlahnya hampir mendekati 40 ribu. Kesadaran untuk menginvestasikan dana ke perusahaan-perusahaan produknya digunakan sehari-hari tampaknya dikatakan Irfan semamin meningkat dari waktu ke waktu.

“Pasar saham ini tujuan utamannya yakni pemerataan ekonomi masyarakat, dan saat ini kesadaran untuk tidak hanya membeli produknya tapi membeli saham perushaannya mulai terbangun. Keuntungannya cukup besar berinvestasi di pasar saham,” tandasnya.

BEI DIY mencatat saat ini tak kurang 619 perusahaan yang sahamnya bisa dibeli masyarakat umum. Namun begitu, investor masyarakat Indonesia baru mencakup persentase 0,3 persen dari total 260 juta Warga Negara Indonesia. (Fxh)

Kredit

Bagikan