Penurunan Tiket Penerbangan, Industri Wisata Bergairah

user
ivan 18 Januari 2019, 14:36 WIB
untitled

YOGYA, KRJOGJA.com - Asosiasi Perusahaan Perjalanan Wisata Indonesia (Asita) DIY menilai, penurunan harga tiket sejumlah maskapai penerbangan akan berdampak positif terhadap industri pariwisata di DIY. Sebab sebelumnya harga tiket pesawat diklaim sangat mahal sehingga dikhawatirkan akan menekan jumlah kunjungan wisatwan hingga 40 persen serta menimbulkan efek domino sektor-sektor terkait pariwisata.

Ketua Asita Korwil Jawa Edwin Ismedi Himna mengatakan, penyesuaian dengan diturunkanya harga tiket pesawat hingga 60 persen disambut positif bagi pelaku pariwisata di DIY, utamanya biro perjalanan wisata atau travel agent. Turunnya harga ini dapat memacu peningkatan kunjungan wisatawan ke suatu daerah, khususnya DIY.

"Sebelum diturunkan harga nya, tiket pesawat sudah tergolong tinggi. Mahalnya harga tiket pesawat tersebut pasti berdampak lesunya minat calon wisatawan melakukan perjalanan, terutama pembelian dalam jumlah besar seperti untuk corporate gathering dan sebagainya," tandas Edwin di Yogyakarta.

Tingginya harga tiket pesawat beberapa waktu lalu terutama menjelang libur Natal 2018 dan Tahun Baru 2019, menurut Edwin berpengaruh signifikan terhadap jumlah kunjungan wisatawan ke DIY. Wisatawan akan berpikir ulang untuk berbelanja di tempat wisata karena tingginya beban bagasi yang akan di tanggung karena sejumlah maskapai penerbangan sudah mulai tidak menggratiskan bagasinya.

"Melihat kondisi tersebut akhirnya dimungkinkan akan terjadi efek domino ke pedagang pasar maupun bagi industri Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) terutama di DIY yang masih menjadi destinasi favorite wisata di tanah air. Mahalnya tiket pesawat akan membuat pengeluaran atau spending wisatawan menurun dratis tentunya," ungkap Mantan Ketua Asita DIY tersebut. (Ira)

Kredit

Bagikan