Usai Libur Lebaran, ASN Bolos Kerja Terancam Sanksi

user
tomi 10 Juni 2019, 02:42 WIB
untitled

SUKOHARJO, KRJOGJA.com - Ketatnya aturan membuat aparatur sipil negara (ASN) sulit berbuat curang. Namun apabila tetap masih melanggar maka sanksi tegas akan diberikan. Hal itu seperti diterapkan pada 10 Juni saat hari pertama kerja usai libur Lebaran. Pemkab Sukoharjo sudah meminta kepada masing masing pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) untuk melakukan pengawasan terhadap pegawainya.

Sekretaris Daerah (Sekda) Sukoharjo Agus Santosa, Minggu (9/6) mengatakan, aturan terhadap ASN sudah sangat ketat diterapkan oleh pemerintah pusat. Karena itu sangat sedikit celah bagi ASN untuk melakukan pelanggaran. Ketatnya aturan dimaksudkan untuk memaksimalkan kerja dan pelayanan pada masyarakat. ASN wajib menaati apabila tidak ingin terkena sanksi.

Ketatnya aturan seperti terlihat pada perubahan sistem absensi ASN dari sebelumnya manual berupa tanda tangan kertas maka sekarang berubah menjadi sidik jari atau elektronik. Selain itu apabila terlambat abses maka akan mendapatkan sanksi pemotongan tunjangan. Aturan ketat lainnya yakni berkaitan dengan kinerja masing masing ASN yang dipantau langsung dari pusat.

“Termasuk ketatnya aturan berkaitan libur usai libur Lebaran semua ASN Pemkab Sukoharjo wajib masuk. ASN yang bolos kerja maka akan dicatat Pemkab Sukoharjo dan dilaporkan ke pemerintah pusat untuk langsung mendapatkan sanksi,” ujarnya.

Keringanan masih diperbolehkan terhadap ASN apabila pada 10 Juni tidak bisa masuk saat hari pertama kerja usai libur Lebaran. Namun hal itu diberikan hanya pada pegawai yang berhalangan saja.

“Kelonggaran diberikan pada ASN yang sakit dan harus menjalani rawat inap di rumah sakit, Puskesmas atau klinik kesehatan dengan menunjukan bukti resmi surat keterangan dokter. Kalau hanya sakit ringan tetap wajib masuk kerja. Tapi bila nekat bolos kerja jelas langsung ada sanksi tegas karena pemerintah pusat aturannya ketat,” lanjutnya.

Pemkab Sukoharjo sudah memberikan surat edaran ke masing masing OPD dan diteruskan ke semua ASN. Para pimpinan OPD juga wajib melakukan pengawasan penuh terhadap pegawainya khususnya saat hari pertama kerja usai libur Lebaran.

“Sistem absen sekarang elektronik dan sangat ketat. Jadi ASN tidak bisa berbuat curang. Tapi pimpinan OPD juga wajib memastikan ASN wajib hadir bekerja dan tidak boleh cuma absen saja,” lanjutnya.

Agus menegaskan, aturan tersebut berlaku untuk semua ASN yang bekerja di Sukoharjo. Artinya tidak hanya berlaku bagi ASN di kantor Setda Sukoharjo saja namun sampai di semua wilayah seperti di kantor kelurahan, kecamatan dan lainnya.

“Masyarakat apabila menemukan ASN masih bolos kerja dipelosok desa seperti di kantor kelurahan maka silahkan laporkan ke Pemkab Sukoharjo dan langsung ditindaklanjuti,” lanjutnya.

Pemkab Sukoharjo meminta pelayanan pada masyarakat pada hari pertama kerja usai libur Lebaran dimaksimalkan disemua OPD. Sebab dipastikan ada penumpukan permintaan pelayanan dibeberapa OPD tertentu.

“Misal di kantor Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dispendukcapil) permintaaan KTP, KK dan lainnya pasti meningkat. Tidak hanya karena usai libur Lebaran saja tapi permintaan karena menghadapi tahun ajaran baru sekolah,” lanjutnya. (Mam)

Kredit

Bagikan