2020, Satgas ODF Targetkan 15.000 Jamban di Wonosobo

user
danar 26 Januari 2020, 16:50 WIB
untitled

WONOSOBO, KRJOGJA.com - Tim Satuan Tugas (Satgas) Jambanisasi Kabupaten Wonosobo mentargetkan 15.000 jamban sehat untuk masyarakat kurang mampu tersebar di 13 wilayah kecamatan selama 2020 ini. Sedangkan 2 kecamatan sisanya, yakni Kecamatan Leksono dan Kaliwiro sudah dinyatakan Open Defection Free (ODF) atau bebas BAB Sembarangan.

“Kami yakin target jambanisasi tersebut bisa terlaksana dengan baik. Tentu juga dibutuhkan kerjasama seluruh pihak, baik pemerintah maupun seluruh elemen masyarakat,” papar Dandim 0707 Wonosobo Letkol Czi Wiwid Wahyu Hidayat yang juga sebagai Komandan Satgas (Dansatgas) Jambanisasi Wonosobo dalam Forum Grup Dikusi (FGD) bertajuk ‘Strategi Percepatan Peningkatan Akses Sanitasi’ bekerja sama dengan USAID dan Pemkab Wonosobo di Hotel Kresna Wonosobo, baru-baru ini.

Sebagai langkah percepatan jambanisasi, lanjut Dandim, pihaknya juga berupaya memberikan pemahaman kepada masyarakat akan pentingnya kesehatan. Sejauh ini, memang sudah banyak rumah tangga yang memiliki jamban keluarga, akan tetapi proses pembuangannya masih salah, seperti dibuang ke kolam ikan atau ke sungai secara langsung. Menurutnya, budaya BAB sembarangan harus segera ditinggalkan. Selain membuat lingkungan menjadi jorok, kebiasaan BAB sembarangan juga rentan menimbulkan berbagai macam penyakit.

Untuk itu, tandas Dandim, kepada jajaran anggota Satgas Jambanisasi, pihaknya mengajak untuk bersama-sama lebih gencar lagi dalam mensosialisasikan kepada masyarakat akan pentingnya jamban sehat. Tentu dibutuhkan kerjasama semua komponen masyarakat dari pemerintah daerah, kecamatan, desa, dusun, sampai tingkat Rtdan RW untuk bergerak bersama mengajak masyarakat yang belum memiliki jamban sehat agar beralih ke jamban sehat.

Perlu disadari, jelasnya, bahwa  kebiasaan BAB Sembarangan juga menjadi indikator penting sebagai daerah miskin. Buktinya, Wonosobo yang sebelumnya menjadi kabupaten termiskin atau peringkat 35 di Jawa Tengah (Jateng), kini bisa naik menjadi peringkat 33 dan tidak menduduki urutan buncit lagi. “Semua itu tidak terlepas dari upaya percepatan jambanisasi di seluruh wilayah kecamatan di Wonosobo yang telah dilakukan dalam beberapa tahun terakhir,” ujarnya. (Art)

Kredit

Bagikan