Bandara Adisutjipto Yogyakarta Capai Puncak Arus Mudik

user
tomi 02 Juni 2019, 15:11 WIB
untitled

YOGYA, KRJOGJA.com - Jumlah pemudik yang turun melalui Bandara Adisutjipto Yogyakarta terus mengalami penurunan dibandingkan tahun lalu. Puncak arus mudik yang semua diprediksi mencapai 24 ribu penumpang, juga hanya di angka 23.723 orang. Berdasarkan data dari Posko Terpadu Monitoring Angkutan Lebaran 2019 di Bandara Adisutjipto Yogyakarta, puncak arus mudik terjadi Sabtu (1/6) atau H-4.

Jika lebaran tahun lalu pada periode yang sama, ada 25.876 penumpang yang turun. Tahun ini turun 8,28 persen menjadi 23.723 orang. Turunnya jumlah penumpang ini dapat dilihat dari pergerakan pesawat yang juga turun 7,22 persen.  Lebaran tahun lalu pada H-4 ada 194 penerbangan, sedangkan tahun ini 180 penerbangan. Untuk kargo juga turun 11,87 persen. Dari 66.287 kilogram menjadi 58.417 kilogram. Sedangkan pada hari sebelumnya, Jumat (31/5) atau H-5 yang semula diprediksi menjadi puncak arus mudik. Pada H-5 terjadi 178 pergerakan pesawat. Turun 8,25 persen dibanding tahun lalu pada periode yang sama dengan 194 pesawat mendarat. Turunnya pesawat yang mendarat ini, otomatis juga tidak membawa banyak penumpang.

Pada H-5, ada 22.383 penumpang yang tiba di Bandara Adisutjipto Yogyakarta. Angka ini turun 15,05 persen dibanding 2018 dengan 26.347 penumpang. Penurunan paling banyak pada kargo yang mencapai 48,27 persen. Dari 93.578 kilogram pada tahun lalu menjadi 48.404 kilogram di tahun ini.

"Tahun ini kita perkirakan ada penurunan sekitar 19,7 persen dibandingkan arus lebaran tahun lalu. Ini berdasarkan evaluasi selama Januari hingga Mei, penerbangan di Bandara Adisutjipto Yogyakarta turun hingga 40 persen," ujar General Manager (GM) PT Angkasa Pura I (Persero) Bandara Adisutjipto Yogyakarta Agus Pandu Purnama, Minggu (2/6). (Awh)

Kredit

Bagikan