PDIP DIY Siap Dukung Nawacita Jilid II

user
agus 02 Juni 2019, 06:30 WIB
untitled

SLEMAN,KRJOGJA.comĀ - Ketua DPD PDIP DIY Bambang Praswanto, mengatakan siap mendukung program Nawacita jilid dua demi wujudkan negara adil dan makmur. Program ini digagas untuk menunjukkan prioritas jalan perubahan menuju Indonesia yang berdaulat secara politik, serta mandiri dalam bidang ekonomi dan berkepribadian dalam kebudayaan.

Dalam rangka memperingati hari lahir Pancasila yang jatuh pada 1 Juni, Banteng Muda Indonesia DIY gelar refleksi demokrasi. Nilai Pancasila dalam situasi saat ini masih kuat, tapi juga ada potensi yang mengancam karena ada ideologi lain yang dipaksakan.

Sehingga ini betul-betul tidak hanya sekadar diperingati. Namun bagaimana Pancasila bisa dipertahankan dan diimplementasikan, dibumikan serta dirasakan oleh seluruh rakyat.

Menurutnya, hal itu sudah diperaktikkan dengan adanya program Nawacita satu terlebih lagi dengan kembali terpilihnya Calon Presiden Incumbent Jokowi.

" Program Nawacita adalah implementasi dari Pancasila. Jadi harapan saya ada Nawacita tiga, empat bahkan seterusnya. sehingga pada tahun 2045 betul-betul negara yang kita cita-citakan bisa makmur, sejahtera, adil di seluruh wilayah Indonesia," kata Bambang kepada wartawan disela hari peringatan Pancasila. Sabtu ( 01/06/19).

Di hari lahir Pancasila ini, pihaknya ingin mendorong proses demokrasi yang tidak boleh dirobek nilai-nilai Pancasila. Selama ini, lanjut Bambang, pengamanan Pancasila masih kurang. Selain itu masih ada disana-sini yang tidak sesuai dengan apa yang dimaksud persis Pancasila.

Pun pada proses Pemilu serentak 2019 kemarin. Pihaknya menyadari adanya akses-akses yang tidak baik yang memicu konflik horizontal. Apalagi dampak dari pemilu presiden yang hingga saat ini belum saja pulih.

" Oleh karena itu kita membunyikan sila ketiga Pancasila yaitu Persatuan Indonesia. Juga harus mesti dilandasi dengan ketuhanan yang maha Esa, kemanusiaan yang adil dan beradab, persatuan Indonesia, Kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat dalam kebijaksanaan dalam permusyawaratan dan perwakilan, keadailan sosial bagi seluruh rakyat Indonedia," pungkasnya. ( Ive).

Kredit

Bagikan