Pemkab Sukoharjo Usulkan Pembangunan Flyover Bundaran Kartasura

user
tomi 14 Januari 2019, 15:24 WIB
untitled

SUKOHARJO, KRJOGJA.com - Pemkab Sukoharjo secara resmi sudah mengajukan usulan kepada pemerintah pusat berkaitan dengan pembangunan flyover di bundaran Kartasura untuk mengatasi masalah kemacetan. Usulan tersebut diharapkan bisa dikabulkan karena wilayah Kartasura menjadi titik paling rawan macet mengingat jadi pertemuan arus kendaraan dari berbagai daerah.

Kepala Dinas Perhubungan Sukoharjo Djoko Indrianto, Senin (14/1) mengatakan, kondisi lalu lintas kendaraan di bundaran Kartasura sudah semakin padat dan menyebabkan terjadinya kemacetan. Kondisi tersebut harus segera dicarikan solusi pemecahannya secepatnya. Salah satu usulan yang muncul yakni dengan membangun flyover.

Usulan datang dari berbagai pihak setelah melalui berbagai pertimbangan. Bahkan untuk memperdalam petugas berencana akan melakukan tahap kajian dengan pemerintah pusat. Hasil dari kajian tersebut nantinya akan disampaikan Dinas Perhubungan Sukoharjo ke pemerintah pusat.

Dinas Perhubungan Sukoharjo memandang kemacetan parah selalu terjadi setiap akhir pekan. Termasuk saat arus mudik dan balik lebaran setiap tahun. Antrean kendaraan memanjang bahkan diperkirakan bisa mencapai satu kilometer.

"Kajian khusus untuk mengatasi kemacetan di bundaran Kartasura sudah kami lakukan secara internal di Dinas Perhubungan Sukoharjo dan menghasilkan beberapa keputusan salah satunya usulan pembangunan flyover kepada pemerintah pusat. Kami juga berencana melakukan kajian serupa dengan melibatkan pusat," ujarnya.

Usulan flyover ke pemerintah pusat disebabkan karena berbagai pertimbangan seperti besarnya biaya pembangunan. Tidak kalah penting yakni status Jalan A Yani sendiri merupakan jalan nasional atau negara yang dikelola pemerintah pusat. Karena itu Pemkab Sukoharjo hanya bisa sebatas mengajukan usulan saja.

Penyebab kemacetan di bundaran Kartasura sesuai kajian dari Dinas Perhubungan Sukoharjo disebabkan karena banyaknya kendaraan yang melintas. Sebab kendaraan dari berbagai daerah seperti Semarang, Jakarta, Yogyakarta, dan bahkan Jawa Timur menumpuk disatu titik di bundaran Kartasura yang merupakan wilayah perbatasan. (Mam)

Kredit

Bagikan