Asrama Putri Ponpes Imam Asy Syafii Diresmikan

user
tomi 13 Januari 2019, 17:28 WIB
untitled

BERBISNIS dengan Allah seperti dipaparkan dalam Alquran dengan jalan menyodorkan ‘dagangan’ berupa iman kepada Allah beserta Rasullullah, berjuang mengorbankan harta untuk berbagai amal kebaikan seperti zakat, infak, sedekah, amal jariyah, juga berjihad dengan jiwa.

Barangsiapa menjalankan amalan semacam itu maka Allah akan ‘membeli’ dengan setidaknya empat ganjaran. Hal itu disampaikan Ustazah Dra Hj Eny Harjanti dalam pengajian akbar dan peresmian asrama santri putri Pesantren Darul Quran Imam Asy Syafii.

“Allah akan menghapus dosa, berupa pengampunan. Yang kedua surga, yang ketiga kita akan dekat dengan pertolongan Allah dan dekat dengan kemenangan. Allah tidak akan tega menelantarkan orang-orang yang gemar menolong dan menunaikan sedekah,” ucap Eny di hadapan seribu limaratusan hadirin pada pengajian yang berlangsung di halaman Pesantren Darul Quran Imam Asy Syafii Dusun Tunjungan RT 29 RW 11 Pengasih, Kulonprogo pada Minggu (13/1) siang.

Bersedekah, memberi santunan, lanjut Eny tidak harus bernilai jutaan rupiah tetapi dapat diberikan sesuai batas kemampuan.

Pada kesempatan itu, ketua panitia pembelian wakaf tunai Pesantren Darul Quran Imam Asy Syafii Ir Pramono Sigit menyampaikan, luas tanah pesantren 6541 meter senilai Rp 1,8 miliar, telah diangsur oleh panitia pembebasan lahan pesantren sebesar Rp 1,1 miliar dalam tahun ini. Kekurangan Rp 700 juta masih menjadi tanggungan panitia pembebasan tanah.

“Panitia menyediakan pilihan kepada para calon donatur yang berkenan turut membeli kapling buat pesantren mulai Rp 100 ribu, Rp 300 ribu, Rp 500 ribu hingga Rp 1 juta. Panitia masih terus  membuka donasi untuk pelunasan atas kekurangan pembayaran tanah untuk pesantren,” ujar Pramono.

Ditambahkan, di atas lahan pesantren telah terbangun asrama santri putri delapan kamar dan menampung 47 santri putri. Asrama santri putri tersebut dibangun oleh donatur. Peresmian asrama santri putri ditandai dengan penandatanganan prasasti dan pemotongan pita oleh Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Setda Kulonprogo, Jumanto yang mewakili Bupati Kulonprogo dr Hasto Wardoyo. (*)

Kredit

Bagikan