Tol Yogya-Solo, Sultan Imbau Hindari Kawasan Cagar Budaya

user
tomi 06 Januari 2019, 10:36 WIB
untitled

YOGYA, KRJOGJA.com - PT Adhi Karya (Persero) Tbk mengajukan diri untuk mengerjakan proyek jalan tol Yogya-Solo. Gubernur DIY Sri Sultan HB X juga sudah memberikan arahan dan pesan terkait rencana pembangunan jalan tol YogyaSolo paska dibangunnya tol Yogya-Bawen nantinya. Hanya, proyek itu harus menghindari kawasan cagar budaya.

"Jika pembangunan tol Yogya-Solo tersebut diarahkan ke selatan maka tolong perhatikan situs-situs purbakala yang ada. Sebab di wilayah tersebut banyak situs-situs peninggalan sejarah, jadi trase-trase yang akan dilaluinya harus tetap berpedoman terhadap arahan tersebut,” kata Sekretaris Daerah (Sekda) DIY Gatot Saptadi, Jumat (4/1).

Sementara itu, proyek pembangunan jalan tol Yogya-Bawen yang telah disepakati trase-trasenya, hingga kini terus berproses. Desainnya juga telah selesai, baik yang melintas di kedua wilayah Yogya dan Bawen. Jalan tol dari arah Bawen tersebut masuk melalui Jembatan Karantalun kemudian trasenya dibuat melayang yang masuk ke arah Yogyakarta. Jalan tol Yogya-Bawen dilengkapi

simpul-simpul yang bisa diakses masyarakat sebelum dilanjutkan untuk pembangunan jalan tol Yogya Solo.

Ketika dimintai tanggapan soal pembangunan jalan tol Yogya-Solo, Gubernur DIY Sri Sultan HB X, mengatakan pembangunannya harus menghindari kawasan cagar budaya seperti Candi Prambanan dan pemukiman warga. Oleh karena itu dibutuhkan perencanaan yang cermat. Adapun soal PT Adhi Karya (Persero) Tbk yang sudah mengajukan diri untuk menanggani pembangunan tersebut, dirinya belum mengetahui.

"Saya belum tahu, karena surat berkaitan dengan itu belum saya terima. Jadi detail rencana pembangunan seperti apa saya belum bisa banyak komentar. Meskipun begitu saya minta pembangunan tol tetap menghindari kawasan cagar budaya. Karena kami keberatan kalau sampai merusak situs yang ada di Prambanan,” papar Sultan. (Ira/Ria)

Kredit

Bagikan