Tarif Angkutan Udara Picu Inflasi 2018

user
tomi 03 Januari 2019, 09:35 WIB
untitled

YOGYA, KRJOGJA.com - Kota Yogyakarta mengalami inflasi 0,57 persen pada Desember 2018. Andil terbesar yang mendorong inflasi tersebut adalah tarif angkutan udara sebesar 0,11 persen. Tingkat inflasi tahun kalender Desember 2018 terhadap Desember 2017 dan tingkat inflasi dari tahun ke tahun Desember 2018 terhadap Desember 2017 sama sebesar 2,66 persen.

"Perkembangan harga berbagai komoditas pada Desember 2018 secara umum menunjukkan adanya kenaikan. Berdasarkan hasil pemantauan yang dilakukan BPS pada Desember 2018, di Kota Yogyakarta terjadi inflasi 0,57 persen atau terjadi kenaikan Indeks Harga Konsumen (IHK) dari 131,06 pada November 2018 menjadi 131,81 pada Desember 2018," tutur Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) DIY Johanes De Britto Priyono MSc di kantornya, Rabu (2/1).

Dipaparkan, inflasi tersebut disebabkan naiknya IHK kelompok bahan makanan sebesar 1,28 persen, kelompok makanan jadi 0,27 persen, kelompok perumahan 0,38 persen, kelompok sandang 0,25 persen, kelompok kesehatan 0,22 persen, kelompok pendidikan 0,10 persen dan kelompok transport, komunikasi dan jasa keuangan sebesar 0,87 persen.

Beberapa komoditas yang mengalami kenaikan harga pada Desember 2018 sehingga memberikan andil mendorong terjadinya inflasi di antaranya angkutan udara naik 8,01 persen memberikan andil 0,11 persen, telur ayam ras naik 13,81 persen dengan memberikan andil 0,09 persen, bawang merah naik 20,82 persen memberikan andil sebesar 0,07 persen, daging ayam ras naik 6,97 persen memberikan

andil sebesar 0,06 persen.

"Sebaliknya komoditas yang mengalami penurunan harga sehingga menahan laju inflasi di antaranya bawang putih turun 6,85 persen dengan memberikan andil sebesar -0,02 persen, semangka, minyak goreng, daging sapi, emas perhiasan, air kemasan dan cabai hijau turun 12,33 persen, 1,01 persen, 0,75 persen, 0,81 persen, 1,81 persen, dan 10,47 persen dengan memberikan andil masingmasing sebesar -0,01 persen," imbuh JB Priyono.

Sementara di Jakarta, Kepala BPS Suhariyanto mengungkapkan, laju inflasi nasional selama tahun 2018 sebesar 3,13 persen. Inflasi ini jauh lebih rendah dari yang ditargetkan pemerintah sebesar 3,5 persen. Namun yang pasti inflasi tahunan ini tidak terlalu tinggi dan tidak terlalu rendah. "Kita berharap pada tahun 2019 ini harga-harga barang stabil sehingga inflasi akan terjaga," katanya. (Ira/Lmg)

Kredit

Bagikan