Wisatawan ke Pantai Menurun, Dampak Psikis Tsunami Selat Sunda

user
danar 03 Januari 2019, 04:10 WIB
untitled

YOGYA, KRJOGJA.com - Kabupaten Bantul dan Gunungkidul mendata penurunan jumlah wisatawan yang datang di masa libur Natal dan Tahun Baru (Nataru). Adanya gelombang tinggi, musim penghujan dan dampak psikis Tsunami Selat Sunda 22 Desember 2018 menjadi alasan mengapa masyarakat enggan berkunjung ke pantai.

Kepala Dinas Pariwisata DIY, Aris Riyanta mengatakan wisatawan di masa libur Nataru kali ini memang tak menjadikan pantai sebagai pilihan liburan utama. Menurut dia, ada kekhawatiran psikologis yang menjadikan wisatawan mengesampingkan destinasi pantai untuk menghabiskan waktu bersama keluarga.

“Dampak psikisnya ada pasti karena Tsunami Selat Sunda kemarin. Ditambah memang cuaca sedang musim hujan dan gelombang pantai selatan sedang tinggi,” ungkapnya ketika dihubungi wartawan Rabu (2/1/2019).

Meski begitu, menurut Aris kunjungan wisatawan ke DIY tak serta-merta turun begitu saja di akhir tahun kemarin. Destinasi unggulan seperti kawasan Mangunan, Dlingo hingga Malioboro dan Kraton tetap menjadi pilihan utama menghabiskan waktu liburan di Yogyakarta.

“Indikatornya kemacetan lalu-lintas dan tingkat hunian hotel yang penuh hingga ring dua. Kami belum hitung secara detail angka wisatawan namun optimis target tahun 2018 terpenuhi,” sambungnya.

Dinas Pariwisata DIY sendiri menargetkan kunjungan wisatawan mencapai angka 3.646.000 hingga akhir tahun 2018. Jumlah tersebut terdiri dari 46.000 wisatawan mancanegara dan 3.600.000 wisatawan domestik. (Fxh)

Kredit

Bagikan