Jumlah Penumpang Bus di Terminal Giwangan Menurun

user
ivan 02 Januari 2019, 13:19 WIB
untitled

YOGYA, KRJOGJA.com - Sama seperti libur panjang lainnya, momentum Natal 2018 dan Tahun Baru 2019 penumpang yang memanfatkan armada bus di Terminal Giwangan terus menurun. Diperkirakan, rata-rata jumlah penumpang bus Antar Kota Antar Provinsi (AKAP) dan Antar Kota Dalam Provinsi (AKDP) selama masa libur akhir tahun mencapai 13.000 orang perhari.

"Jumlah itu tidak jauh berbeda dibanding rata-rata harian sebanyak 12.000 penumpang perhari. Dibanding periode yang sama dengan tahun lalu, perkiraan kami penurunan jumlah penumpang mencapai lima persen," terang Koordinator Satuan Pelayanan Terminal Giwangan Yogyakarta Bekti Zunanta.

Bekti menyebut, penurunan jumlah penumpang sebagian besar diakibatkan meningkatkan kendaraan pribadi yang digunakan oleh masyarakat. Apalagi dari sisi infrastruktur jalan, saat ini jalan tol Trans Jawa sudah tersambung dari Jakarta hingga Surabaya. Namun demikian, keberadaan jalan tol tersebut juga berdampak baik dari sisi ketepatan armada bus yang tiba di Terminal Giwangan.

Menurut Bekti, selama libur akhir tahun sama sekali tidak ada keterlambatan bus yang tiba di terminal. Hal ini disebabkan banyak bus yang memanfaatkan jalur tol untuk masuk ke Yogyakarta, baik dari sisi barat maupun dari timur. "Sejauh ini, pelayanan bisa dilakukan dengan cukup lancar dan tidak ada bus yang terlambat masuk ke terminal," tandasnya.

Sementara puncak arus balik penumpang di Terminal Giwangan pada masa libur akhir tahun sudah kemarin dengan sekitar 18.000 hingga 19.000 penumpang yang menggunakan 1.500 armada bus. Penumpang yang diberangkatkan dari Terminal Giwangan didominasi tujuan Jakarta dan Surabaya.

Selama masa angkutan Natal 2018 dan Tahun Baru 2019, yang berlangsung sejak 21 Desember 2018 hingga 3 Januari 2019, Terminal Giwangan hanya membuka posko internal. Hal ini karena jumlah penumpang tidak mengalami kenaikan signifikan seperti saat Lebaran.

Kondisi terminal secara umum pun cukup kondusif dan pelayanan berjalan lancar serta tidak terjadi penumpukan penumpang. Sementara itu, peningkatan kepadatan penumpang justru terjadi untuk moda transportasi kereta api.

Bahkan tiket sejumlah kereta sudah terjual habis hingga awal Januari 2019. Sampai 30 Desember 2018, jumlah tempat duduk yang terjual untuk keberangkatan dari Daop 6 Yogyakarta mencapai 79 persen atau sebanyak 105.997 tempat duduk dari total kapasitas 134.772 tempat duduk yang disediakan.

"Tiket sejumlah kereta untuk keberangkatan hingga 3 Januari 2019 bahkan sudah terjual habis, di antaranya Argo Lawu, Sancaka, Taksaka Malam, Malioboro Ekspres Pagi, Jaka Tingkir, Bogowonto, Gajah Wong, Mataram Premium, dan Joglosemarkerto," ujar Manajer Humas Daop 6 Yogya Eko Budiyanto. (Dhi)

Kredit

Bagikan