Sri Mulyani Pantau Penyaluran UMi

user
agus 26 Mei 2018, 22:45 WIB
untitled

SUKOHARJO (KRjogja.com) - Penyaluran Pembiayaan Ultra Mikro (UMi) dipantau oleh Menteri Keuangan Sri Mulyani dengan mendatangi dan langsung berdialog dengan pedagang Pasar Telukan di Desa Telukan, Kecamatan Grogol, Sukoharjo, Sabtu (26/5). Dihadapan pedagang Sri Mulyani menegaskan pemerintah memiliki program membantu dalam bentuk kemudahan dana pinjaman sebagai upaya meningkatkan perekonomian masyarakat kecil.

Kehadiran Sri Mulyani mendapat sambutan antusias dari pedagang maupun masyarakat umum disekitar Pasar Telukan. Menteri Keuangan tersebut mengumbar senyum dan menjabat tangan satu persatu orang yang ingin bersalaman.

Acara di Pasar Telukan dibuat tanpa ada kegiatan seremonial. Sri Mulyani begitu datang langsung menghabiskan waktu berkeliling pasar dan berdialog dengan pedagang.

"Program UMi sebagai upaya pemerintah membantu pedagang dan meningkatkan perekonomian masyarakat kecil," ujar Sri Mulyani.

Pemerintah telah menyediakan banyak dana seger untuk membantu pedagang. Dana itu berbentuk pinjaman dengan syarat mudah khusus masyarakat kecil. Program UMi berjalan dan mayoritas peminjam atau debiturnya berasal dari pedagang pasar tradisional.

Kabupaten Sukoharjo total memiliki penyaluran UMi sebesar Rp 6,84 miliar untuk 1.651 debitur. Dana tersebut diakses oleh debitur melalui beberapa lembaga resmi yang ditunjuk pemerintah.

Lembaga tersebut seperti Permodalan Nasional Madana (PNM) sebesar Rp 1,764 miliar untuk 833 debitur, Pegadaian Rp 2,078 miliar untuk 323 debitur, BMT NU Sejahtera Rp 2,370 miliar untuk 237 debitur, BMT Bina Ummat Sejahtera (BUS) Rp 624,580 juta untuk 258 debitur.

Di Pasar Telukan penyaluran UMi dilakukan oleh lembaga BMT BUS sebesar Rp 12,7 juta untuk sembilan debitur, Pegadaian Rp 18 juta untuk dua debitur dan PNM Rp 20 juta untuk 10 debitur.

"Pemerintah berharap keberadaan UMi dapat memudahkan pedagang dalam mengakses pemenuhan kebutuhan dana khususnya modal usaha," lanjutnya.

Kemudahan mendapat modal usaha dikatakan Sri Mulyani akan membuat pedagang tetap bisa membuka usahanya. Dengan demikian maka roda perekonomian ditingkat paling bawah yakni pasar tradisional dan warung dapat tetap berjalan. Hal ini berdampak pada adanya peningkatan perekonomian masyarakat kecil.

Director of Finance and IT Pegadaian Teguh Wahyono mengatakan, total Pegadaian sudah menyalurkan dana sebesar Rp 225 miliar untuk program UMi. Khusus di Provinsi Jawa Tengah sudah tersalurkan kepada 7.000 nasabah yang juga debitur UMi dengan nilai Rp 34 miliar.

Dalam penyalurannya Pegadaian memberikan dana pinjaman program UMi bervariasi nilai besarannya dan jangka waktu peminjaman pada pedagang. Kemudahan tersebut diharapkan dapat dimaksimalkan pemanfaatannya oleh pedagang dalam memenuhi kebutuhan modal.

"Pegadaian siap dan menjadi bagian dalam penyaluran dana melalui program UMi. Targetnya para pedagang kecil yang selama ini tidak bisa mengakses bank," ujarnya. (Mam)

Kredit

Bagikan