Momen Harkitnas Harus Jadi Tonggak Pemberantasan Terorisme, DPR Harap Pemerintah Cekatan

user
danar 21 Mei 2018, 02:10 WIB
untitled

YOGYA, KRJOGJA.com - Rancangan Undang Undang (RUU) Terorisme kini dinanti masyarakat luas untuk segera disahkan dan diimplementasikan. Pasalnya, serangan teror tak lagi bisa dianggap main-main dan guyonan semata karena belasan korban tak berdosa sudah meregang nyawa.

Anggota Komisi I DPR RI Daerah Pilih DIY, Sukamta mengatakan saat ini bola RUU tengah menggelinding ke arah eksekutif. DPR menurut dia tinggal menanti langkah akhir pemerintah yang selama ini dinilai lamban mengambil keputusan atas pertanyaan-pertanyaan DPR dalam pembahasan RUU Terorisme.

“DPR sudah satu kata, apapun fraksinya sepakat untuk menyelesaikan RUU ini. Hambatan sebenarnya macam-macam tapi salah satunya tim dari pemerintah harus mengkonsolidasikan pertanyaan hasil diskusi dengan DPR dan itu membutuhkan waktu,” ungkapnya dalam rembug wartawan Minggu (20/5/2018).

Sukamta memberikan contoh bahwa pemerintahlah yang membutuhkan waktu lebih untuk menggodog RUU yang sebenarnya bersifat mendesak ini. “Misalnya pelibatan TNI, pemerintah selalu time out minta konsolidasi sehingga sampai saat ini belum selesai RUU itu. Kalau pemerintah siap dan cekatan maka kami siap menyelesaikan dalam sidang paripurna,” sambungnya.

Di momen Hari Kebangkitan Nasional (Harkitnas) yang ke-110 ini menurut Sukamta sangat pas dijadikan tonggak pemberantasan terorisme dari bumi Indonesia. Aparat penegak hukum harus mampu mengungkap motif sejelas-jelasnya untuk kemudian disampaikan pada masyarakat.

“Saya kira aparat mampu kok mengungkap dan menghentikan aksi teror yang sangat meresahkan ini, sudah bukan lagi guyonan karena menyangkut nyawa manusia. Intelijen kita juga tahu kok detailnya, sedang apa para teroris di Indonesia, jadi bisa dicari hingga ke akar-akarnya,” pungkas Sukamta.

Aksi teror di Indonesia sendiri terbilang punya rentetan panjang dengan jumlah korban tak sedikit. Bom Bali hingga yang terakhir Bom Tiga Gereja, Mapolresta Surabaya dan Mapolda Riau masih terngiang jelas meninggalkan duka mendalam bagi masyarakat Indonesia. (Fxh)

Kredit

Bagikan