Hanya Ganti Nama, 'Toko Modern' Terancam Ditutup Lagi

user
tomi 20 Mei 2018, 14:41 WIB
untitled

SUKOHARJO, KRJOGJA.com - Sejumlah toko modern yang sudah ditutup diduga melakukan pelanggaran dengan kembali membuka usaha. Toko hanya berganti nama saja dan belum mematuhi semua aturan yang disyaratkan.

Bupati Sukoharjo Wardoyo Wijaya, Minggu (20/05/2018) meminta pada semua petugas terkait kembali melakukan pengecekan dengan mendatangi langsung toko modern yang sebelumnya sudah ditutup. Hal itu dilakukan untuk memastikan toko modern yang sudah ditutup petugas tersebut benar benar tutup.

"Kalau hanya ganti nama saja dan tetap buka usaha toko modern maka itu pelanggaran dan harus ditutup lagi. Petugas terkait saya minta cek lapangan datangi toko modern tersebut," ujar Wardoyo Wijaya.

Wardoyo menegaskan, sebelumnya pernah ada toko modern yang sudah ditutup namun nekad membuka usaha kembali dengan hanya ganti nama saja. Maka petugas memberikan tindakan tegas dengan kembali melakukan penutupan. Modus pelanggaran semacam ini diduga juga terjadi dibeberapa toko modern lain dan harus dilakukan penindakan serupa.

"Modus pelanggaran semacam ini jangan dibiarkan. Kalau toko modern itu mau buka usaha lagi harus taati aturan beralih ke toko tradisional atau warung kelontong," lanjutnya.

Sebagai bentuk pengawasan bupati juga meminta kepada para camat aktif memantau di lapangan. Selain pendataan camat juga berperan besar karena sekarang sudah mendapatkan kewenangan penuh dalam memberikan izin usaha toko tradisional atau warung kelontong. (Mam)

Kredit

Bagikan