Rangkul Semua Kalangan, Cegah Terorisme dengan Sinergitas

user
danar 18 Mei 2018, 16:55 WIB
untitled

SEMARANG KRJOGJA.com - Ancaman terorisme sudah begitu nyata dengan dilancarkannya sejumlah aksi teror di beberapa wilayah di Indonesia, diawali dari Rutan Mako Brimob, Gereja di Surabaya, Mapolrestabes Surabaya hingga Markas Kepolisian di Riau. Hal ini menurut Dandim 0733 BS Semarang Kolonel Inf M Taufiq Zega menuntut keseriusan kita semua dalam mencegah dan mengatasi teror maupun dampak yang ditimbulkan.

"Kita harus meningkatkan kewaspadaan dan bersinergi dalam mengatasi dan menjawab tantangan ini. Tidak boleh lengah karena ancaman sudah berada di depan mata. Sinergitas antara Pemerintah, TNI dan Polri dan dukungan masyarakat dibutuhkan agar menjadi kekuatan besar dalam mencegah, menangkal dan menghadapi potensi ancaman ini. Oleh karena itu melalui Komunikasi Sosial (Komsos) yang kami gelar ini untuk menjebatani sinergitas agar kita semua satu visi dan misi dalam menghadapi persoalan bangsa ini," ungkap Dandim 0733 BS Semarang dalam gelaran Komsos dengan paratur Pemerintahan Kota Semarang dan Polri, yang diselenggarakan di Gedung Moh Ikhsan Pemkot Semarang, Jumat (18/5/2018).

Terorisme menurut Dandim 0733 BS Semarang dapat dicegah sedini mungkin apabila ada peran masyarakat yang peduli terhadap lingkungannya dan bersinergi dengan aparat TNI, Polri dan Pemerintahan. Oleh karenanya, Zega meminta warga masyarakat Kota Semarang lebih peka mengenali dan mengawasi lingkungan dari ruang gerak-gerik pelaku atau kelompok teror. "Lakukan koordinasi dengan apart TNI, Polri atau Pemerintah bila mengenali atau melihat gerak-gerik mencurigakan mengarah pada aksi terorisme. Dengan demikian akan membatasi ruang gerak mereka," ujar Dandim.

Sementara Kapolrestabes Semarang Kombes Pol Abiyoso Seno Aji yang ikut menyampaikan materi Kamtibmas juga meminta agar masyarakat tidak panik, namun meningkatkan kewaspadaan. "Masyarakat punya tanggungjawab ikut menciptakan terwujudnya Kamtibmas di wilayah masing-masing. Ancaman teroris ini tidak menyasar pada Polisi saja, tetapi semuanya termasuk TNI dan Masyarakat. Oleh karena itu Panglima TNI dan Kapolri telah menurunkan perintah agar kita semua harus waspada, terutama memperketat penjagaan terhadap markas komando masing-masing," ungkap Kapolrestabes Semarang.

Kapolrestabes Semarang juga mengungkapkan telah mengantongi lokasi dan sejumlah nama orang-orang yang terkait dengan kelompok teroris JAD yang berada di Kota Semarang. Mereka berada di wilayah enam Kecamatan, Di Kota Semarang. "Nanti Kapolsek dan Danramil saya kasi datanya agar diwaspadai dan dipantau terus gerak-gerik mereka," tegas Kombes Pol Abiyoso Seno Aji.

Walikota Semarang Hendrar Prihadi kepada hadirin terdiri dari aparatur serta tokoh masyarakat dan agama se-Kota Semarang mengharap agar bisa menjaga persatuan dan kesatuan. "Jangan panik menghadapi aksi teroris, melainkan kita harus semakin merapatkan barisan. Jangan mudah terprovokasi dengan konten-konten yang bisa mencerai beraikan rasa persatuan. Momen ini justru kita jadikan mempererat persaudaraan dan menjadikan Semarang ini menjadi Kota yang Semakin Hebat. Bangun terus sinergitas dengan Aparat pemerintahan, TNI dan Polri. mari kita jaga Kota Semarang ini agar tercipta Kamtibmas," harap Hendrar Prihadi.

Komsos serupa sebelumnya juga digelar di tiap wilayah Kecamatan oleh Koramil Semarang Barat dipimpin Danramil Mayor Inf Ahmad Mubarok, Koramil Gunungpati oleh Kaur Komsos Kapten Inf Bahrodin dan Koramil Semarang Tengah oleh Mayor Arh Sugiharto.

Di semua wilayah Kecamatan, Komsos menekankan pada upaya menggalang kepedulian masyarakat dalam terwujudnya pertahanan, keamanan dan ketertiban masyarakat demi terwujudnya kesejahteraan dan kedaulatan NKRI.(Cha)

Kredit

Bagikan