Tarif Dilarang Naik, Jukir Liar Ditindak

user
tomi 02 Mei 2018, 09:41 WIB
untitled

YOGYA, KRJOGJA.com - Kendati masa libur Hari Raya Idul Fitri 2018 masih pertengahan Juni mendatang, namun langkah antisipasi mulai dilakukan sejumlah pihak di Yogyakarta, terutama terkait pengaturan lalu lintas kendaraan bermotor.  Salah satunya soal potensi pelanggaran parkir dengan mengawasi sembilan titik jalan di kawasan Malioboro. Hal ini lantaran sirip-sirip di Malioboro kerap menjadi keluhan pelanggaran parkir.

"Ada dua model pengawasan yang akan kami lakukan, yakni terhadap juru parkir (Jukir) resmi yang melanggar ketentuan serta juru parkir liar atau yang tidak mengantongi surat tugas. Sudah kami petakan lokasi-lokasinya di kawasan Malioboro," tandas Plt Kepala Bidang Perparkiran Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Yogyakarta Imanudin Aziz, Selasa (01/05/2018).

Salah satu potensi yang bakal mendapat pengawasan yakni Jalan Beskalan. Pasalnya, mulai Mei hingga Desember mendatang kawasan itu sedang dilakukan pembangunan tempat khusus parkir (TKP). Dengan begitu ketika ada peningkatan pengunjung di Malioboro rentan menimbulkan pelanggaran. Juga di kawasan Jalan Suryatmajan yang baru saja dilakukan penataan.

"Kalau di Jalan Suryatmajan ini sesuai pengalaman tahun-tahun sebelumnya, juru parkir liar justru mengambil alih juru parkir

resmi. Jelas itu akan kami tindak,” tandasnya.

Total jukir resmi di sekitaran Malioboro, imbuh Aziz, mencapai sekitar 30 orang. Jumlah itu masih tetap sama antara sebelum

dan sesudah relokasi parkir sepeda motor di sisi Timur Malioboro. Bahkan justru mengalami pengurangan lantaran parkir di Jalan Pasar Kembang sudah dihapuskan. Selain itu, tidak semua sirip Malioboro diperbolehkan untuk parkir seperti di Jalan Sosrowijayan.

Aziz menambahkan, pola pengawasan akan diintensifkan selama bulan Ramadan hingga jelang Lebaran. Pihaknya juga sudah menyiapkan Surat Edaran (SE) yang akan dibagikan ke seluruh jukir. “SE tersebut menyangkut ketentuan parkir bahwa baik masa libur Lebaran atau tidak, tarif parkir tidak mengalami kenaikan. Ada sebagian

jukir yang menaikkan tarif saat Lebaran, itu tidak boleh,” tegasnya.

Khusus untuk razia, Dishub bakal melibatkan unsur Satpol PP serta aparat kepolisian dan TNI. Bagi jukir liar atau tidak mengantongi surat izin, akan langsung diajukan ke pengadilan untuk tindak pidana ringan (Tipiring). (Dhi/Ira)

Kredit

Bagikan