PPJI Diharapkan Optimalkan IPAL

user
tomi 08 Januari 2020, 01:12 WIB
untitled

SLEMAN, KRJOGJA.com - Sebanyak 31 orang pengurus Dewan Perwakilan Cabang (DPC) Perkumpulan Penyelenggara Jasaboga Indonesia (PPJI) periode 2019-2024 dilantik dan dikukuhkan. Pengukuhan DPC PPJI Kabupaten Sleman dilakukan Oleh Bupati Sleman, Sri Purnomo dan pelantikan pengurus dilakukan oleh Ketua  Dewan Pimpinan Daerah (DPD) PPJI DIY, Sri Wahyuni Selasa (7/1/2020) di Pendopo Rumah Dinas Bupati Sleman.

Ketua DPD PPJI DIY, Sri Wahyuni menjelaskan bahwa pengukuhan dan pelantikan ini berdasarkan keputusan Dewan Pimpinan Pusat Asosiasi Perusahaan Jasaboga Indonesia (DPP APJI) tanggal 30 Oktober 2018.

Keputusan tersebut tentang perubahan nama APJI yang merujuk pada Peraturan Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia No.6 Tahun 2014 bahwa untuk memperoleh legalitas suatu organisasi tidak bisa menggunakan kata ‘Asosiasi’. Untuk itu APJI mengubah kata ‘Asosiasi’ menjadi ‘Perkumpulan’, sehingga nama APJI berubah menjadi PPJI.

“Maka DPC APJI Sleman otomatis secara resmi berubah menjadi DPC PPJI Kabupaten Sleman,” jelasnya.

Menurutnya keberadaan PPJI tersebar mulai dari pusat sampai daerah di seluruh Indonesia. PPJI dibentuk dengan tujuan sebagai wadah organisasi berkumpulnya perusahaan atau pengusaha jasa boga dan perusahaan atau pengusaha yang berkaitan dengan usaha yang menunjang pengelolaan jasa boga.

“Sementara itu fungsi dari organisasi ini bertujuan untuk memajukan usaha jasaboga di seluruh Indonesia pada umumnya dan di Kabupaten Sleman pada khususnya,” tambah Sri Wahyuni.

Ketua DPC PPJI Kabupaten Sleman terpilih periode 2019-2024, Ganita Intan Kusuma berharap dengan keberadaan PPJI di Kabupaten Sleman dapat memberikan manfaat bagi seluruh anggota dan bersinergi dengan program-program pemerintah. “Saya berharap dengan adanya kerjasama, DPC PPJI Kabupaten Sleman bisa lebih maju lagi kedepannya,” kata Ganita.

Sementara itu Bupati Sleman, Sri Purnomo menyambut baik pengukuhan pengurus DPC PPJI Kabupaten Sleman ini. Ia berharap kesuksesan pengurus lama dapat ditingkatkan lagi dengan berkolaborasi dan menjaga kualitas produk serta pelayanan.

“Harus ada kerjasama untuk saling mengisi dan memperkuat demi kemajuan bersama organisasi ini, serta memberikan manfaat pada masyarakat salah satunya terbukanya lapangan pekerjaan,” kata Sri Purnomo.

Menurutnya problematika umum usaha jasa boga adalah permasalahan limbah. Limbah harus dapat diselesaikan sebaik mungkin dengan Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL).  “Saya berharap para pengusaha jasa boga untuk membuat dan memanfaatkan sebaik mungkin IPAL . Hal ini supaya limbah yang dihasilkan dapat tertangani dengan baik dan tidak menimbulkan masalah lingkungan,” kata Sri Purnomo.

Kredit

Bagikan