PT KAI Bayar Santunan, Warga Bantaran Rel Diminta Pindah

user
tomi 21 April 2018, 18:22 WIB
untitled


KARANGANYAR, KRJOGJA.com - Ratusan warga penghuni bantaran rel jalur ganda KA Solo Balapan-Kedungbanteng dan Solo Balapan-Bandara Adi Soemarmo ditenggat mengosongkan rumahnya dalam waktu sepekan usai menerima santunan. Perhitungan nilai santunan sesuai Perpres Nomor 56/2017 dan tidak boleh ditawar.

Kepala Balai Teknik Perkeretaapian Kelas I Wilayah Jawa Bagian Tengah, Yuwono Wiarco mengatakan terdapat 880 bidang terdampak proyek rel ganda. Dari jumlah itu, 94 bidang berada di Desa Dagen, Kecamatan Jaten; Desa Kaliwuluh dan Kemiwi, Kecamatan Kebakkramat. Bidang-bidang tersebut dihuni warga dengan status izin sewa maupun tak berizin alias liar.

Sisanya, kata Yuwono berada di Sragen, Sukoharjo dan Solo. Tim terpadu penyediaan tanah menjadwalkan pembayaran santunan mulai Jumat-Senin (20-23/4). Dalam kurun waktu itu, santunan diberikan kepada warga di tiga wilayah terdampak, yakni Sragen 60 bidang tanah, Karanganyar 94 bidang tanah dan Sukoharjo 26 bidang tanah. Total alokasi dana yang digelontorkan dari APBN 2017 ini Rp 4.665.394.300.

"Sebenarnya pembayaran ini sudah tertunda 3,5 bulan, karena menunggu turunnya Perpres no 56/2017 tentang penanganan dampak sosial kemasyarakatan dalam rangka penyedoaan tanah untuk proyek strategis nasional. Besaran nilai santuan disesuaikan keputusan tim appraisal," katanya, Sabtu (21/4).

Dia mengakui tim berpacu dengan waktu karena dikejar target operasional jalur ganda KA dari Palur sampai Kedungbanteng pada Juli sedangkan dari Palur ke Solo Balapan pada November atau termasuk tahap dua. Sehingga, pengosongan hunian bantaran rel mutlak secepatnya.

"Jangka waktu pengosongan satu pekan terhitung setelah menerima uang santunan. Terpaksa pihak proyek yang meratakan kalau sampai waktu yang ditentukan, tidak juga dibongkar mandiri," lanjutnya. (Lim)

Kredit

Bagikan