Pengusaha Gudeg Gelar Kartinian, Ini Keseruannya

user
agus 18 April 2018, 09:45 WIB
untitled

YOGYA (KRjogja.com) - Menjelang Hari Kartini banyak kegiatan yang diselenggarakan untuk memeriahkannya. Salah satunya para pengusaha kuliner gudeg yang tergabung dalam Asosiasi Pengusaha Gudeg (Aspeg) DIY mengadakan acara bertajuk 'Kartini Zaman Now' di Hotel New Saphir, Jalan Laksda Adisucipto Yogyakarta, Selasa (17/4/2018).

Para pengusaha gudeg yang mayoritas perempuan itu unjuk kebolehan mengenakan busana daerah 'Kebaya' dan dilombakan. Selain itu dibacakan puisi berjudul 'Habis Gelap Terbitlah Terang' oleh Sinta Kristanti, pemaparan tips dan trik berkebaya oleh M Ch Esti Riestianingsih, ditutup arisan dan ramah tamah. Pengusaha gudeg yang hadir antara lain pemilik Gudeg Yu Djum, Gudeg Hj Ahmad, Gudeng Yu Narni, Gudeg Bu Citro, Gudeg Permata, Gudeg Pawon dan Gudeg Kaleng. Acara dimeriahkan Paduan Suara UNY.

Ketua Aspeg DIY Moersa Soedarsono yang juga pemilik Gudeg Yu Djum mengatakan, kegiatan memeriahkan Hari Kartini menjadi ajang silaturahmi dan berbagi pengalaman antarpengusaha gudeg di DIY sekaligus menyosialisasikn organisasi Aspeg. Menurutnya, keberadaan Aspeg sangat efektif sebagai wadah guna mendukung usaha para pengusaha gudeg juga untuk menghindari persaingan usaha yang tidak sehat. "Tak kurang ada 53 pengusaha gudeg yang telah terdaftar dan diharapkan bertambah," terang Moersa kepada KRjogja.com disela kegiatan.

Dikatakan Moersa, berbagai kegiatan rutin dilakukan Aspeg DIY, terutama sosial. Selain itu selalu berpartisipasi dalam setiap event-event kuliner atau budaya yang ada di DIY. "Aspeg DIY turut memajukan DIY melalui sektor kuliner gudeg," katanya. Kuliner gudeg yang saat ini masuk generasi kedua telah menjadi warisan budaya nasional asli DIY yang wajib dilestarikan. Ia punya obsesi, gudeg semakin dikenal di dunia internasioanl, melalui inovasi-inovasi produk salah satunya gudeg kaleng.

Kepala Seksi Tata Nilai Iptek Dinas Kebudayaan DIY Sriwahyuni mengapresiasi para pengusaha gudeg yang bersemangat melestarikan ajaran/nilai-nilai Kartini. September mendatang, Dinas Kebudayaan DIY akan menampilkan 37 budaya DIY yang telah ditetapkan sebagai warisan budaya nasional, salah satunya kuliner gudeg. "Kedepan diharapkan gudeg semakin dikenal luas dan terus meningkat kualitasnya," katanya. (Dev)


Kredit

Bagikan