Pohon Gayam dan Asam Hiasi Jalan Margo Utomo

user
ivan 17 April 2018, 18:31 WIB
untitled

YOGYA, KRJOGJA.com - Pemerintah Daerah (Pemda) DIY tengah menanam pohon Gayam dan pohon Asam di Jalan Margo Utomo sebagai bagian penataan kawasan semi pedestrian Malioboro. Penanaman pohon Gayam dan Asam di Jalan Margo Utomo ini merupakan tanaman yang masuk dalam sumbu filosofi sebagai tanaman perindang nantinya.

Plt Kepala Dinas Pekerjaan Umum Perumahan Energi dan Sumber Daya Mineral (PUPESDM) DIY Muhammad Mansur mengatakan meskipun sudah ada beberapa tanamam di Jalan Margo Utomo masih dipertahankan, apabila tanaman Gayam dan Asam sudah tumbuh dan menjadi perindang maka tanaman selain keduanya akan ditebang.

”Baru sebatas penanaman pohon saja, belum masuk penataan kawasan semi pedestrian. Sumbu filosofi itu identik dengan tanaman Gayam dan Asam termasuk di Jalan Margo Utomo hingga ke kawasan Malioboro,” kata Mansur kepada KR di Kompleks Kepatihan.

Mansur menjelaskan, tanaman yang sekarang ada di Jalan Margo Utomo merupakan aset Pemerintah Kota (Pemkot) Yogyakarta yang sudah dikembalikan. Apabila Pemkot Yogyakarta akan memindahkan tanaman miliknya dipersilakan agar bisa ditanam kembali di tempat lainnya.

Kepala Bidang Cipta Karya Dinas PUPESDM DIY ini mengungkapkan sebelum tanaman Gayam dan Asam tersebut ditanam di Jalan Margo Utomo, pihaknya tersebut harus dikarantina terlebih dahulu. Setelah dikarantina, tanaman tersebut barulah ditanam agar tumbuh besar.

Terpisah Ketua Dewan Kebudayaan DIY, Djoko Dwiyanto mengungkapkan, adanya penanaman pohon asam dan gayam selain menjadikan suasana di Jalan Margo Utomo jadi terasa nyaman, juga bisa menambah ruang terbuka hijau. Hal itu penting, karena keberadaan ruang publik dan ruang terbuka hijau di DIY sampai saat ini masih terbatas.

Lebih lanjut Djoko, keberadaan tanaman gayam itu juga memiliki makna sebagai lambang ayem (ketenteraman). Sehingga dengan menanam pohon gayam diharapkan bisa menjadi simbol ketenteraman masyarakat di suatu wilayah. (Ira/Ria)

Kredit

Bagikan