Vaksin Tak Boleh Terlalu Lama di Suhu Tinggi

user
ivan 28 Juni 2016, 08:35 WIB
untitled

SLEMAN (KRjogja.com) - Ditemukannya vaksin palsu yang ternyata sudah diproduksi sejak 2003 lalu membuat para orang tua harus semakin waspada dan teliti dalam memberikan cairan kekebalan pada buah hati. Vaksin yang tidak palsu pun bisa menjadi kurang baik jika perawatannya kurang tepat. Berikut dr Mei Neni Sitoresmi SpAK Kepala Poliklinik Tumbuh Kembang Anak RSUP Dr Sardjito memaparkan cara vaksin agar terjaga dengan baik.

1. Vaksin disimpan dalam suhu 2-8 derajat Celcius

Vaksin tersebut harus disimpan dalam suhu antara 2-8 derajat Celcius agar cairan di dalam tidak rusak karena terpapar suhu yang lebih panas. Biasanya vaksin disimpan secara khusus pada cool box yang suhunya benar-benar diatur sehingga memastikan cairan dalam keadaan baik. "Vaksin rusak itu sama bahayanya dengan vaksin palsu jadi harus benar diperhatikan," ungkap Mei.

2. Perhatikan masa guna vaksin

Di botol vaksin, perawat atau dokter yang melakukan vaksinasi harus membuat tanggal sebagai acuan waktu penggunaan vaksin setelah dibuka pertama kali. Hal tersebut dikarenakan vaksin memiliki masa pakai yang juga mempengaruhi kelayakan vaksin tersebut. "Ada yang beberapa jam sampai beberapa hari masa gunannya dan jika lebih sudah tidak baik maka ini perlu diperhatikan termasuk Vaccine Vial Monitor (VVM) yang memperlihatkan apakah vaksin pernah terpapar suhu di atas 8 derajat Celcius," imbuhnya.

3. Perhatikan juga warna vaksin

Warna vaksin biasanya memiliki karakter warna sendiri seperti polio yang berwarna kuning orange. Jika warna sudah berubah maka membuktikan pHnya mulai tak stabil jadi jangan digunakan. "Untuk vaksin toksoid, rekombinan dan polisakarida biasanya warnannya putih berkabut dan bila ada gumpalan atau endapan itu juga menandakan tidak stabil jadi jangan digunakan lagi," lanjutnya.

4. Perawat atau dokter yang memegang vaksin tak boleh gunakan benda logam

Benda logam seperti cincin, gelang atau jam tangan bisa mempengaruhi kestabilan vaksin. "Kami harus melepas semuanya saat hendak melakukan vaksinasi karena bisa terpapar, memang begitu aturannya," pungkas Mei. (Fxh)

Kredit

Bagikan