Bank Buka Layanan, Pedagang Penukaran Uang Semakin Sepi

user
danar 20 Juni 2016, 08:14 WIB
untitled

YOGYA (KRjogja.com) - Dibukanya pelayanan penukaran uang kecil oleh Bank Indonesia yang bekerjasama dengan bank swasta di DIY beberapa waktu terakhir ternyata berdampak pada penyedia jasa penukaran uang musiman yang banyak mangkal di Jalan Panembahan Senopati. Para penyedia jasa mengeluhkan sepinya minat masyarakat menukarkan uang untuk diberikan pada saat Lebaran nanti.

Taufiq (17) salah satu penjual jasa penukaran uang di kawasan Panembahan Senopati mengatakan hingga Minggu (19/6/2016) ini masih sedikit masyarakat yang tertarik menukarkan uang kecil di lapaknya. "Paling sehari maksimal lima orang yang menukarkan, biasanya sudah lumayan ramai," ungkapnya.

Beberapa pecahan uang disiapkan oleh Taufiq yang mencari peruntungan bersama dengan puluhan penjual jasa penukaran uang lainnya, seperti Rp 20 ribu, Rp 10 ribu, Rp 5 ribu dan Rp 2 ribu. "Kami jualnya per 100 lembar, ambil untungnya paling 50-100 ribu saja misalnya Rp 500 ribu ya kita jual Rp 550 ribu," imbuhnya.

Para penjual jasa musiman ini memang sengaja memanfaatkan momen jelang Lebaran untuk mengais keuntungan berjualan mata uang yang sebenarnya tidak dianjurkan oleh Bank Indonesia. "Tapi biasanya orang kan malas antri atau tidak tahu ke mana menukarkannya, jadi beli di sini, nanti pas mendekati hari H biasanya ramai," harap pedagang yang telah beberapa tahun membuka jasa penjualan uang ini.

Sebelumnya Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia, Arief Budi Santoso mengungkapkan bahwa pihaknya telah menjalin kerjasama dengan bank swasta untuk membuka penukaran uang kecil sebelum Lebaran tiba. Masyarakat bahkan bisa menukarkan uang di bank-bank swasta layaknya menggunkan ATM yakni hanya berbekal kartu saja. (Fxh)

Credits

Bagikan