Khilafah Muncul, ISI Tegas Menolak

user
danar 17 Juni 2016, 15:29 WIB
untitled

BANTUL (KRjogja.com) - Puluhan sivitas akademika dan alumni Institut Seni Indonesia (ISI) berkumpul di halaman depan kampus pusat, Jumat (17/06/2016) siang. Bentangan spanduk bertuliskan ISI Tolak HTI pun menenuhi lokasi yang dianggap cukup bersejarah untuk kampus seni tersebut.

Adanya aksi ini merupakan tindak lanjut atas berkembangnya organisasi Hisbut Tahrir Indonesia (HTI) di dalam lingkup kampus tersebut. Organisasi tersebut dinilai membawa pengaruh yang bertentangan dengan Pancasila sebagai dasar NKRI.

Rektor ISI, Prof Agus Burhan yang secara langsung membacakan teks Pancasila menyatakan bahwa ISI melarang organisasi massa dan partai politik apapun di kampus ISI Yogyakarta. "Kami tegas melarang organisasi massa, partai politik dan idelogi apapun yang bertentangan dengan visi misi ISI berdasarkan Pancasila," tegasnya.

Sementara itu Caki Arok Subagyo, Ketua BEM ISI juga menyampaikan pernyataan sikap menuntut pihak rektorat untuk segera mengeluarkan surat pelarangan pada organisasi HTI yang berlangsung di kampus ISI Yogyakarta. "Kami akan dengan tegas mengawal pernyataan sikap kami yang menolak HTI dari kampus ISI ini," tegasnya.

Mahasiswa juga menegaskan bahwa seniman yang dihasilkan ISI adalah seniman yang menjunjung tinggi Pancasila, bukan pada ideologi lain yang tidak sesuai dengan NKRI. "Kami meminta kegiatan apapun yang tak sesuai Pancasila, rektor harus segera menerbitkan SK pelarangan HTI," pungkasnya.

Sebelumnya muncul pemberitaan salah satu stasiun berita menampilkan aktivitas HTI di kampus ISI. Mereka menyatakan diri bahwa mengususung sistem khilafah dan akan menguasai 2/3 wilayah dunia serta menganggap Indonesia hanya layaknya provinsi. (Fxh)

Kredit

Bagikan