Fenomena 7 Abad 70 Tahun, Apa Itu?

user
danar 16 Juni 2016, 21:15 WIB
untitled

WONOSARI (KRjogja.com) - "Bangsa Indonesia harus mewaspadai fenomena krisis 7 abad 70 tahun yang pernah ada dalam sejarah nusantara." Itulah pernyataan yang muncul dari pembicara Mirwan Syamsudin Syukur saat acara sosialisasi empat pilar bersama Ambar Tjahjono di Dusun Klampok Giripurwo Purwosari Gunungkidul, Kamis (16/6/2016).

Kemudian muncul pertanyaan dari warga, tentang fenomena krisis 7 abad 70 tahun yang dikemukakan Mirwan tersebut yang kemudian mulai dijawab dengan kisah kerajaan Sriwijaya yang lahir tepat di abad ke-7 Masehi dan hancur akibat perpecahan ideologi yang terjadi di dalamnya. Kemudian muncul pula kerajaan Majapahit yang lahir 7 abad berselang dan mampu menguasai Nusantara namun harus hancur karena perbedaan ideologi.

"Dua kerajaan ini sama-sama hancur saat rajanya berkuasa selama 70 tahun, dan ini merupakan fenomena yang sangat menarik hingga disebut 7 abad 70 tahun. Dua kerajaan ini sangat hebat dan mampu menguasai nusantara, namun harus hancur karena perbedaan ideologi yang tak bisa dipersatukan," ungkapnya.

Kini, 7 abad berselang pada abad ke-21 Indonesia juga memasuki masa 70 tahun di mana keadaannya hampir mirip dengan fenomena 7 abad dan 70 tahun tersebut. Pria yang juga kader Partai Demokrat inipun meminta masyarakat untuk berpegang teguh pada Pancasila sebagai ideologi bangsa.

"Saat ini kita harus benar-benar jeli dan waspada akan adanya konflik yang mengancam persatuan, tepat di usia Republik Indonesia yang menginjak 70 tahun. Inilah waktu di mana pemimpin dan masyarakat harus teguh berpegang pada Pancasila, pripun panjenengan sedaya (bagaimana anda ssmua)," imbuhnya.

Sementara, Ambar Tjahjono mengharapkan semua elemen harus bisa memahami dan mengendapkan rumusan Pancasila sebagai dasar negara di dalam hati. Menurut dia, tanggungjawab untuk menjaga NKRI merupakan kewajiban seluruh masyarakat Indonesia.

"Pancasila harus benar-benar diresapi oleh seluruh elemen bangsa, tak hanya masyarakat, tak hanya mahasiswa maupun pemimpin negara. Semuanya harus bisa bersinergi untuk menjaga keutuhan bangsa," ungkap anggota MPR ini. (Fxh)

Kredit

Bagikan