Nilai Tanah Warga Terdampak Bandara Segera Diumumkan

user
ivan 14 Juni 2016, 15:25 WIB
untitled

YOGYA (KRjogja.com) - Hasil besaran nilai tanah keseluruhan dari tim appraisal tengah diperbaharui setelah menaksir luasan 3.542 bidang milik 2.590 warga terdampak pembangunan bandara di Kulonprogo. Setelah dilakukan updating, nilai tanah akan diumumkan langsung oleh tim appraisal berikut musyawarah ganti rugi dengan warga terdampak pada 20 Juni 2015 nantinya.

Kepala Kantor Wilayah (Kakanwil) Badan Pertanahan Nasional (BPN) DIY, Arie Yuriwin mengatakan hasil penaksiran harga tanah yang dilakukan tim appraisal akan disampaikan saat dilakukan musyawarah bentuk ganti rugi dengan warga terdampak bandara pada 20 Juni hinga 21 Juli 2016. Skema yang dilakukan dengan nilai penggantian wajar baik berupa bangunan, tanaman, nilai ekonomis usaha dan sebagainya. "Saya belum 'update' jadi belum bisa menyampaikan angkanya," ujar Arie di Bangsal Kepatihan, Selasa (14/06/2016).

Arie menuturkan dalam musyawarah tersebut, pihaknya membuat empat tim yaitu dua tim di Desa Glagah, satu tim di Desa. Paliyan dan satu tim di Desa Kebonrejo, Desa Sindutan serta Desa Jangkaran. Tim ini nantinya akan dipimpin ketua pelaksana sekaligus pembicara dari BPN dan tim appraisal yang menjelaskan nilai tanah, kemudian desain untuk relokasi akan disampaikan PT Angakasa Pura I (Persero).

"Misalkan warga terdampak keberatan dengan nilai appraisal, maka 14 hari setelah musyawarah diperkenankan mengajukan keberatan kepada pengadilan negeri. Kita tinggal tunggu pengajuan keberatan tersebut nantinya," jelas Arie.

Lebih lanjut dijelaskan warga terdampak yang tidak menghadiri musyawarah tersebut dianggap telah menyetujui nilai appraisal. Sehingga apabila sampai dilakukan pembaayaran tidak setuju, pihaknya akan berkoordinasi dengan pengadilan. Jangka waktu hanya 35 hari bidang tanahnya banyak, untuk itu pihaknya bermusyawarah maksimal 100 orang di setiap tim per hari.

Pelaksana tugas (Plt) Sekretaris Daerah (Sekda) DIY, Rani Sjamsinarsi menegaskan Pemda DIY senantiasa mendampingi Pemkab Kulonprogo dan BPN DIY sejak awal tahapan hingga proses musyawarah pasca diumumkan nilai tanah oleh tim appraisal. "Nilai tanahnya belum di buka saat ini nanti tanggal 20 Juni, saya sendiri belum tahu," kata Rani. (R-4)

Kredit

Bagikan